“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak orang tua, artinya besar sekali. Tidak semua anak bangun pagi dengan semangat untuk berangkat ke sekolah. Ada yang harus dibujuk, ada yang merasa cemas, bahkan ada yang merasa tidak nyaman. Bagi mereka, sekolah hanya sekadar tempat belajar—bukan tempat yang terasa menyenangkan. Sekarang bayangkan kalau seorang anak berkata dengan tulus: “Aku nggak sabar ketemu teman-teman lagi di sekolah.” “Aku mau cerita ke guruku hari ini.” Di situlah perbedaannya mulai terasa.

Sekolah bisa menjadi tempat di mana anak merasa dilihat dan dihargai. Karena pada dasarnya, setiap anak ingin diperhatikan, didengarkan, dan dipahami – bukan hanya sebagai “siswa”, tapi sebagai individu dengan cerita, emosi, dan keunikan masing-masing.

Di lingkungan yang hangat, guru tidak hanya mengajar dari depan kelas. Mereka hadir – duduk bersama, mendengarkan, tertawa, dan benar-benar mengenal muridnya. Mereka tahu kapan anak butuh dorongan, dan kapan hanya butuh ditemani.

Saat anak merasa diterima, mereka jadi lebih terbuka. Mereka berani mencoba hal baru. Mereka tidak takut gagal dan lebih cepat bangkit saat menghadapi kesulitan.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi BRI Group, BRI Finance Beri Penawaran Spesial di Pameran Kendaraan

Lebih dari Sekadar Sekolah

Ada sekolah dengan fasilitas lengkap. Ada juga yang unggul secara akademik.

Tapi ada hal yang tidak bisa diukur dengan angka:

Perasaan seperti “pulang” saat melewati gerbang sekolah. Disambut dengan senyuman. Dipanggil dengan namanya.Dan merasa, “Aku memang bagian dari tempat ini.”

Lingkungan seperti ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas yang saling peduli.

Kenangan yang Akan Mereka Bawa Selamanya

Suatu hari nanti, anak-anak mungkin akan lupa rumus atau ujian yang pernah mereka hadapi.

Tapi mereka tidak akan lupa:

> Siapa yang membuat mereka percaya diri

> Siapa yang selalu ada saat mereka kesulitan

> Dan bagaimana rasanya berada di tempat yang menerima mereka apa adanya

Sekolah yang terasa “homey” meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam dari sekadar akademik. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Baca Juga :  KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis melalui Angkutan CPO di Sumatera Utara

Saat Sekolah Menjadi Tempat yang Nyaman

Ini bukan sekadar harapan. Semakin banyak sekolah yang menyadari bahwa kenyamanan emosional adalah fondasi penting dalam proses belajar.

Salah satunya adalah New Zealand School Jakarta.

Dengan pendekatan yang hangat, komunitas yang erat, dan hubungan dekat antara guru, orang tua, dan murid, sekolah ini menghadirkan suasana di mana anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga merasa diterima.

Dan mungkin, tanpa disadari, momen paling berarti bagi orang tua adalah ketika anak mereka berkata:

“Aku tidak sabar untuk pergi ke sekolah besok…”

Tentang New Zealand School Jakarta

New Zealand School Jakarta (NZSJ) is a progressive international school in Kemang, South Jakarta, offering the New Zealand Curriculum in a safe and supportive environment. Established in 2002, NZSJ is highly accredited and focuses on holistic development – academic, physical, social-emotional, and creative, to nurture happy, confident, and resilient lifelong learners.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh
Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global
Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung
Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik
Tokocrypto Dorong Inklusi Kripto Lewat Penguatan Edukasi Masyarakat
Sertifikasi “PJC Bridge” Tersedia di 15 Negara untuk Pelajar dan Pekerja Jepang
Alphabet Melesat: AI dan Cloud Dorong Laba 85%, Saham Langsung Terbang 9,3%
Memaknai Hardiknas, BRI Finance Dorong Akses Dana Pendidikan yang Fleksibel
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:18 WIB

Aditya Gumay Hadirkan ‘Ghost Buzzer’, Machika Luna, dan Musik Akustik di Hari Buruh

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:28 WIB

Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:18 WIB

Holding Perkebunan Nusantara dan Unila Perkuat Ekosistem Bioetanol Berbasis Singkong di Lampung

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:58 WIB

Strategi Deteksi dan Pencegahan Fraud di Era Digital melalui Akuntansi Forensik

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:39 WIB

Tokocrypto Dorong Inklusi Kripto Lewat Penguatan Edukasi Masyarakat

Berita Terbaru