Krakatau Steel Soroti Pergeseran Peta Baja Global, Dorong Penguatan Struktur Pasar Domestik yang Sehat

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 21 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menilai pergeseran peta industri baja global pada 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur pasar domestik dan menjaga keberlanjutan industri nasional.

Data World Steel Association mencatat Amerika Serikat memproduksi sekitar 82 juta ton crude steel pada 2025 dan menyalip Jepang yang turun ke kisaran 80,7 juta ton, sekaligus menjadikannya level terendah dalam beberapa dekade.

Data World Steel Association mencatat Amerika Serikat memproduksi sekitar 82 juta ton crude steel pada 2025 dan menyalip Jepang yang turun ke kisaran 80,7 juta ton, sekaligus menjadikannya level terendah dalam beberapa dekade.

Fondasi Kebijakan untuk Keberlanjutan Industri

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa dinamika global tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Dikatakannya bahwa industri baja adalah sektor strategis penopang infrastruktur dan manufaktur nasional.

“Diperlukan struktur pasar yang sehat serta kebijakan yang konsisten agar industri dalam negeri mampu menjaga utilisasi, profitabilitas, dan menarik investasi jangka panjang,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Jepang Tertekan, AS Menuai Momentum Kebijakan

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai perbedaan trajektori tersebut mencerminkan peran desain kebijakan dalam membentuk daya tahan industri.

Widodo menyoroti tekanan struktural yang dihadapi Jepang akibat distorsi pasar global dan lonjakan ekspor dari Tiongkok yang mencapai rekor historis. Penurunan ekspor dan melemahnya permintaan domestik membuat produksi Jepang terus tergerus.

Sebaliknya, Amerika Serikat memperkuat industri bajanya melalui instrumen perlindungan perdagangan seperti tarif Section 232 dan kebijakan anti-dumping. Struktur pasar domestik yang lebih terjaga mendorong peningkatan utilisasi kapasitas, stabilitas harga, serta keberlanjutan investasi.

Baca Juga :  PT Krakatau Baja Konstruksi Rampungkan Mushola Modular dan Gedung Serba Guna Modular di Tapanuli Selatan

“Dalam industri padat modal seperti baja, kepastian struktur pasar menjadi faktor penentu keberlanjutan,” tulis Widodo.

Kedaulatan Industri dan Ketahanan Ekonomi

Penguatan industri baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam misi memperkuat kedaulatan ekonomi dan industrialisasi berbasis nilai tambah dalam negeri. Industri baja yang sehat akan menopang pembangunan infrastruktur, hilirisasi, serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Krakatau Steel menegaskan komitmennya untuk menjadi pilar utama kedaulatan industri nasional melalui penguatan struktur pasar, peningkatan daya saing, dan keberlanjutan usaha demi mendukung visi Indonesia sebagai negara industri yang tangguh.

Fondasi Kebijakan untuk Keberlanjutan Industri

Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa dinamika global tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Dikatakannya bahwa industri baja adalah sektor strategis penopang infrastruktur dan manufaktur nasional.

“Diperlukan struktur pasar yang sehat serta kebijakan yang konsisten agar industri dalam negeri mampu menjaga utilisasi, profitabilitas, dan menarik investasi jangka panjang,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Jepang Tertekan, AS Menuai Momentum Kebijakan

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai perbedaan trajektori tersebut mencerminkan peran desain kebijakan dalam membentuk daya tahan industri

Widodo menyoroti tekanan struktural yang dihadapi Jepang akibat distorsi pasar global dan lonjakan ekspor dari Tiongkok yang mencapai rekor historis. Penurunan ekspor dan melemahnya permintaan domestik membuat produksi Jepang terus tergerus.

Baca Juga :  KAI Divre III Palembang Perpanjang Fasilitas Reduksi bagi Anggota TNI

Sebaliknya, Amerika Serikat memperkuat industri bajanya melalui instrumen perlindungan perdagangan seperti tarif Section 232 dan kebijakan anti-dumping. Struktur pasar domestik yang lebih terjaga mendorong peningkatan utilisasi kapasitas, stabilitas harga, serta keberlanjutan investasi.

“Dalam industri padat modal seperti baja, kepastian struktur pasar menjadi faktor penentu keberlanjutan,” tulis Widodo.

Kedaulatan Industri dan Ketahanan Ekonomi

Penguatan industri baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam misi memperkuat kedaulatan ekonomi dan industrialisasi berbasis nilai tambah dalam negeri. Industri baja yang sehat akan menopang pembangunan infrastruktur, hilirisasi, serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Krakatau Steel menegaskan komitmennya untuk menjadi pilar utama kedaulatan industri nasional melalui penguatan struktur pasar, peningkatan daya saing, dan keberlanjutan usaha demi mendukung visi Indonesia sebagai negara industri yang tangguh.

Tentang Krakatau Steel Tbk

Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn dengan semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”, yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton
Lupromax Mechanic Connect 2026 – Jabodetabek : Bangun Relasi dan Apresiasi Mitra Bengkel
Optimalkan AI, MiiTel Ubah Percakapan Bisnis Jadi Data Strategis
Dorong Standar Keamanan Pangan, SUCOFINDO Gelar Pelatihan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Staf Khusus Presiden Tiar N Karbala Serukan Gotong-Royong Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026
57% Jawaban AI Tidak Menyebut Brand, Apa Dampaknya bagi Bisnis?
Kejadian Perlintasan Meningkat di 2025, KAI Divre IV Tanjungkarang Ajak Masyarakat Tertib di Perlintasan dan Tidak Beraktivitas di Jalur KA
Cara Membaca Pergerakan Sideways dalam Analisis Teknikal
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:24 WIB

Rumah Retak Setelah Beberapa Tahun? Ini Kesalahan pada Besi Beton

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:21 WIB

Lupromax Mechanic Connect 2026 – Jabodetabek : Bangun Relasi dan Apresiasi Mitra Bengkel

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:30 WIB

Optimalkan AI, MiiTel Ubah Percakapan Bisnis Jadi Data Strategis

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:28 WIB

Dorong Standar Keamanan Pangan, SUCOFINDO Gelar Pelatihan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:26 WIB

Staf Khusus Presiden Tiar N Karbala Serukan Gotong-Royong Digital 64 Juta UMKM di MitMe Fest 2026

Berita Terbaru