APBD Tercekik Gaji, 2.000 PPPK Bintan di Ujung Tanduk

- Jurnalis

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.comBintan Ruang fiskal Pemkab Bintan makin sempit. Belanja pegawai yang sudah menyentuh sekitar 50 persen dari total APBD kini jadi beban serius, di tengah rencana pembatasan maksimal 30 persen pada 2027.

Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti, terang-terangan mengakui persoalan ini bukan hanya milik Bintan. Ratusan daerah lain juga mengalami hal serupa-anggaran tersedot ke belanja pegawai.

“Lebih dari 500 daerah kondisinya sama,” ujarnya.

Meski begitu, ia menilai pemerintah pusat kemungkinan belum akan langsung menerapkan aturan tersebut secara penuh. Namun satu hal jelas: alarm sudah berbunyi.

Baca Juga :  Polres Priok Jaga Keamanan Permukiman Selama Mudik Lebaran Dengan Intensifkan Patroli Wilayah

Di sisi lain, nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai dipertanyakan. Harapan masih ada, tapi tipis-semuanya bergantung pada evaluasi kinerja.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, memberi sinyal tegas: tak ada ruang aman tanpa performa.
“Kita akan lihat sesuai kinerjanya,” katanya singkat.

Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, bahkan sudah menghitung dampaknya. Lebih dari 2.000 PPPK berpotensi terdampak jika kebijakan 30 persen benar-benar diberlakukan.
Fakta di lapangan tak terbantahkan.

Baca Juga :  Polres Priok Tebar Kebahagiaan Di Bulan Ramadhan Dengan Santuni Anak Yatim Dan Buka Puasa Bersama Jurnalis Jakarta Utara

Setelah pengangkatan PPPK, belanja pegawai melonjak signifikan-dari sekitar 29 persen kini menjadi 36 persen hanya untuk ASN.

Artinya jelas: ruang gerak anggaran makin sempit, sementara kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik tak bisa ditunda.

Kini Pemkab Bintan dihadapkan pada pilihan sulit-merapikan belanja atau menghadapi risiko pemangkasan besar. Jika tak dihitung matang, yang jadi korban bukan hanya angka di APBD, tapi juga ribuan nasib pegawai.

Penulis : Ravi

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Siapkan 1.300 Personel Amankan FIFA Series 2026 Di GBK
Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Patroli Ke Objek Wisata Kolam Renang, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pasca Lebaran
Polres Musi Rawas Terima Kunjungan dan Silaturahmi PCNU Musi Rawas Beserta Banom
Polsek Koja Antisipasi Tawuran Dan Kejahatan Jalanan Dengan Intensifkan Patroli KRYD
Petisi Ahli Dan MIO Indonesia Dorong Evaluasi Menyeluruh KPK
Pasukan Orange UPTD Wilayah 1 Kabupaten Bekasi Bersihkan Sampah Di Kali Kopeng Pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Buat SKCK Di Polda Metro Jaya, Warga Puas Pelayanan Cepat Dan Bersahabat
Polsek Bekasi Barat Gelar Halal Bihalal Bersama Pengurus Bhayangkari : Pererat Kekeluargaan
Berita ini 7 kali dibaca
Purnamanews.com - Bintan Ruang fiskal Pemkab Bintan makin sempit. Belanja pegawai yang sudah menyentuh sekitar 50 persen dari total APBD kini jadi beban serius, di tengah rencana pembatasan maksimal 30 persen pada 2027. Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti, terang-terangan mengakui persoalan ini bukan hanya milik Bintan. Ratusan daerah lain juga mengalami hal serupa-anggaran tersedot ke belanja pegawai. “Lebih dari 500 daerah kondisinya sama,” ujarnya. Meski begitu, ia menilai pemerintah pusat kemungkinan belum akan langsung menerapkan aturan tersebut secara penuh. Namun satu hal jelas: alarm sudah berbunyi. Di sisi lain, nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mulai dipertanyakan. Harapan masih ada, tapi tipis-semuanya bergantung pada evaluasi kinerja. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, memberi sinyal tegas: tak ada ruang aman tanpa performa. “Kita akan lihat sesuai kinerjanya,” katanya singkat. Sekretaris Daerah Bintan, Ronny Kartika, bahkan sudah menghitung dampaknya. Lebih dari 2.000 PPPK berpotensi terdampak jika kebijakan 30 persen benar-benar diberlakukan. Fakta di lapangan tak terbantahkan. Setelah pengangkatan PPPK, belanja pegawai melonjak signifikan-dari sekitar 29 persen kini menjadi 36 persen hanya untuk ASN. Artinya jelas: ruang gerak anggaran makin sempit, sementara kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik tak bisa ditunda.

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:58 WIB

Polda Metro Jaya Siapkan 1.300 Personel Amankan FIFA Series 2026 Di GBK

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:15 WIB

Kanit Samapta Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Patroli Ke Objek Wisata Kolam Renang, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pasca Lebaran

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:52 WIB

APBD Tercekik Gaji, 2.000 PPPK Bintan di Ujung Tanduk

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:34 WIB

Polres Musi Rawas Terima Kunjungan dan Silaturahmi PCNU Musi Rawas Beserta Banom

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:22 WIB

Polsek Koja Antisipasi Tawuran Dan Kejahatan Jalanan Dengan Intensifkan Patroli KRYD

Berita Terbaru

Daerah

APBD Tercekik Gaji, 2.000 PPPK Bintan di Ujung Tanduk

Jumat, 27 Mar 2026 - 13:52 WIB