Purnamanews.com – Tanjungpinang Penggunaan ruko tanpa papan identitas sebagai tempat penyimpanan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menjadi perhatian. Temuan di lapangan menunjukkan sebuah ruko yang tidak memiliki keterangan sebagai gudang logistik diduga digunakan untuk menampung berbagai bahan makanan program tersebut. Perum Permata Galaxy (ruko) Pinang Kencana, Kec. Tanjungpinang Tim., Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau
Dari informasi yang dihimpun, seorang pria berinisial (A) disebut berada di lokasi tersebut. Namun, menurut keterangannya, dirinya hanya bertugas membuka dan menutup pintu ruko saat ada barang yang datang maupun keluar dari tempat tersebut.
“Saya cuma buka tutup pintu saja kalau ada barang masuk atau keluar. Soal barang apa dan urusan lainnya saya tidak tahu-menahu, bang,” ujar (A) saat dimintai keterangan.
Pernyataan tersebut semakin menimbulkan tanda tanya terkait pengelolaan gudang yang diduga digunakan untuk penyimpanan bahan pangan program MBG. Pasalnya, ruko tersebut tidak memiliki papan identitas maupun keterangan resmi sebagai lokasi penyimpanan logistik pangan.
Dalam pengelolaan logistik pangan program pemerintah, setiap gudang seharusnya memiliki identitas yang jelas, terdaftar secara resmi, serta memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Lokasi penyimpanan juga wajib dalam kondisi bersih, kering, tertata rapi, serta tidak bercampur dengan aktivitas lain yang berpotensi memengaruhi kualitas bahan makanan.
Jika benar ruko tanpa palang tersebut digunakan sebagai gudang bahan pangan MBG, kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari lemahnya pengawasan sanitasi hingga tidak optimalnya sistem pengawasan distribusi logistik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola program MBG maupun instansi terkait mengenai status ruko tersebut dan apakah lokasi itu telah ditetapkan sebagai gudang resmi penyimpanan bahan pangan.
Sejumlah pihak pun berharap adanya klarifikasi dari pihak berwenang agar pengelolaan logistik bahan makanan dalam program MBG tetap berjalan sesuai standar keamanan pangan serta prinsip transparansi dalam penggunaan anggaran negara.













