Tarawih Keliling PKB Depok, Semarak Salat Berjamaah dan Serap Permasalahan di Lingkungan Masjid

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus PKB Depok, Iwan Setiawan (Sekjen PKB) baju putih dan Siswanto (Ketua Fraksi PKB DPRD Depok) kain putih,  pada saat pemberian buah tangan, disalah satu masjid di Kota Depok.
(Foto: Purnamanews/Yudi Bahtiar)

Pengurus PKB Depok, Iwan Setiawan (Sekjen PKB) baju putih dan Siswanto (Ketua Fraksi PKB DPRD Depok) kain putih, pada saat pemberian buah tangan, disalah satu masjid di Kota Depok. (Foto: Purnamanews/Yudi Bahtiar)

Depok | Purnamanews.com  – Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan, ampunan (maghfirah), rahmat dan pembebasan dari api neraka. Bulan suci ini juga dipenuhi dengan kesempatan untuk melipatgandakan pahala, oleh karena itulah Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Depok mengadakan berbagai macam agenda dibulan Suci Ramadhan diantaranya Safari Ramadhan Tarawih Keliling.

Tarawih Keliling ini mendapat sambutan hangat dari beberapa masyarakat di wilayah kota Depok. Pasalnya, selain turut menyemarakan salat berjamaah, DPC PKB kerap membawa solusi dari permasalah yang ada di lingkungan masjid.

Hal itu diungkapkan Siswanto, pengurus PKB yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok.

“Memang, usai menunaikan tarawih berjamaah, kami melakukan tabarukkan (berkumpul) dengan para tokoh, alim ulama di masjid. Saat tabarukkan itulah kami menangkap berbagai keluhan masyarakat,” ungkapnya, Kamis (5/3/26).

“Misalnya saat safari Ramadhan di Masjid Daarul Mu’minin, Pancoran Mas. DKM-nya menyampaikan jika selama bulan Ramdhan mereka membuat bazar dan kekuranhan meja stand. Akhirnya kita bantu untuk mengadaan meja,” sambung Siswanto.

Baca Juga :  UFO Ilegal Tak Tersentuh ? Aparat Diminta Bongkar dan Tangkap Sosok Diduga Zainal L”

Selain itu, di sekitar masjid Daarul Mu’minin juga banyak guru ngaji lekar. Ironinya para guru ngajinya, lanjut Siswanto, belum pernah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Depok. “Ya kami menangkap itu sebagai aspirasi yang harus PKB perjuangkan,” tandasnya.

Apalagi, kata politisi PKB ini, Walikota Depok Supian Suri punya misi yakni memberantas buta aksara huruf Hijaiyah. “PKB siapa mewujudkan cita-cita mulia Pak Walikota,” tuturnya.

Pun demikian saat DPC PKB Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Ar-Ridho, Sukatani, Kecamatan Tapos. “Usai melaksanakan salat tarawih berjamaah, kami tabarukkan dengan para tokoh dan jamaah masjid. Mereka mengeluhkan lingkungan di sekitar masjid kerap banjir,” ungkap Siswanto.

Mengetahui hal itu, Siswanto mengaku langsung memberikan solusinya. PKB akan mengintruksikan dewan pemangku Dapil agar turut membantu menuntaskan masalah banjir. “Ya, di situ ada Pak Abdul Khoir, dewan dari PKB. Insya Allah siap membantu menyelesaikan masalah,” tandas eks jurnalis ini.

Baca Juga :  Operasi Ketupat Seligi 2026 Berakhir, Pengamanan Lebaran di Kepri Berjalan Aman dan Kondusif

Terkait dengan minimnya apresiasi terhadap guru ngaji lekar di lingkungan itu juga menjadi perhatian serius PKB. “Kemarin Ketua RW nya menyampaikan, jika ada beberapa guru ngaji lekar yang butuh insentif. Selama ini, guru-guru ngaji lekar di sana belum pernah dapat insentif dari Pemkot,” tutur Siswanto.

Sekadar diketahui, Safari Ramadhan DPC PKB Kota Depok dilaksanakan di sejumlah masjid yang tersebar di seluruh kecamatan. Dalam safarinya, DPC PKB selalu membawa buah tangan untuk pengurus DKM dan marbot.

Secara keseluruhan, Safari Ramadhan DPC PKB mendapat apresiasi dari masyarakat. Mengingat, masyarakat membutuhkan kehadiran pengurus partai dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di lingkungan.

“Menurut kami masyarakat senang dan menyambut hangat kegiatan kami, bukan karena buah tangan. Tetapi karena mereka bisa menyampaikan aspirasinya dan langsung ada jawabannya,” pungkas Siswanto.(YB)

 

 

 

Penulis : Yudi Bahtiar

Berita Terkait

KETUM Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri: Narkoba di Laut Terungkap, Peredaran Terbuka di Darat Harus Jadi Prioritas
Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar
Di Acara Peringatan Hari Kartini Wiwin Winarti Ajak Perempuan Indonesia Bangkit dan Berdaya
Medio Juni 2026, KTNA Cilegon Akan Bertolak Ke Gorontalo
Tambang Pasir Ilegal di Bintan Memanas: (A. Hsb) Ancaman, Emosi, dan Dugaan Mafia di Balik Perusakan Lingkungan
Bupati Tegal Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat
Digitalisasi Bansos Dikebut, Camat Diminta Kawal Data hingga Desa
Tambang Pasir Ilegal Ganas di Bintan: Publik Meradang atas Kelalaian Pejabat dan Supremasi Hukum yang Terabaikan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 04:13 WIB

KETUM Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri: Narkoba di Laut Terungkap, Peredaran Terbuka di Darat Harus Jadi Prioritas

Rabu, 22 April 2026 - 03:52 WIB

Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar

Selasa, 21 April 2026 - 21:03 WIB

Di Acara Peringatan Hari Kartini Wiwin Winarti Ajak Perempuan Indonesia Bangkit dan Berdaya

Selasa, 21 April 2026 - 13:18 WIB

Medio Juni 2026, KTNA Cilegon Akan Bertolak Ke Gorontalo

Selasa, 21 April 2026 - 09:38 WIB

Tambang Pasir Ilegal di Bintan Memanas: (A. Hsb) Ancaman, Emosi, dan Dugaan Mafia di Balik Perusakan Lingkungan

Berita Terbaru