“Batam Disebut Surga Judi Jackpot dan Rokok Ilegal (H mind), Zainal Lewaimang Ikut Terseret, Jejak Gurita Bisnis Gelap di Batam”

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.comBatam Aroma bisnis ilegal kembali menyelimuti Kota Batam. Kali ini sorotan publik mengarah pada dugaan jaringan besar yang mengendalikan dua praktik melawan hukum sekaligus: perjudian jackpot dan peredaran rokok tanpa cukai.

Di tengah pusaran isu tersebut, satu nama terus berulang disebut berbagai sumber: Zainal Lewaimang.

Meski belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum mengenai keterlibatan sosok tersebut, berbagai informasi lapangan menyebut namanya sebagai figur yang diduga memiliki pengaruh kuat dalam jaringan bisnis gelap yang diduga telah lama beroperasi di Batam.

Jackpot Beroperasi Terang-Terangan Pantauan di sejumlah titik di Batam memperlihatkan mesin perjudian jenis jackpot beroperasi tanpa banyak hambatan.

Aktivitas yang jelas dilarang hukum itu bahkan disebut tidak lagi bersembunyi, melainkan berjalan terbuka di kawasan yang ramai aktivitas masyarakat.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan praktik tersebut sudah menjadi rahasia umum.

“Kalau tidak ada yang melindungi, mustahil bisa jalan seperti itu. Banyak yang tahu, tapi seperti tidak ada yang benar-benar menghentikan,” ujarnya.

Fenomena ini memunculkan ironi di tengah masyarakat: ketika pelanggaran kecil kerap ditindak cepat, praktik perjudian yang diduga bernilai besar justru tampak leluasa beroperasi.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Kendaraan Di Priok, Polisi Siapkan Rekayasa Lalin

Peredaran Rokok Ilegal Diduga Terorganisir Selain perjudian, dugaan praktik ilegal lain yang mencuat adalah distribusi rokok tanpa cukai.

Barang tersebut disebut beredar luas mulai dari warung kecil hingga jaringan pasar gelap.

Sumber yang memahami pola distribusi menyebut jalurnya diduga terorganisir rapi: dari gudang penyimpanan, jalur distribusi lokal, hingga pengiriman keluar Batam.

Jika dugaan itu benar, potensi kerugian negara dari kebocoran cukai diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah setiap bulan.

Namun hingga kini publik menilai belum terlihat operasi besar yang benar-benar membongkar jaringan tersebut secara menyeluruh.

Nama Zainal Lewaimang Disebut Berulang Sejumlah sumber lapangan menyebut ada benang merah yang menghubungkan dua praktik ilegal tersebut.

Nama Zainal Lewaimang kerap muncul dalam berbagai percakapan terkait jaringan bisnis yang diduga mengendalikan perjudian jackpot dan distribusi rokok ilegal di Batam.

Meski demikian, tudingan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penyelidikan resmi aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Datang Urus SKCK, Pulang Bawa Senyum : Pelayanan Polda Metro Jaya Dipuji

Publik kini menunggu apakah aparat akan menelusuri dugaan tersebut secara serius atau tidak.

Dugaan “Payung” Aparat
Isu lain yang berkembang adalah dugaan adanya perlindungan dari oknum tertentu sehingga praktik tersebut bisa bertahan lama.

Seorang aktivis antikorupsi di Batam menilai persoalan ini harus dibuka secara terang.

“Jika benar praktik ini berlangsung lama dan terbuka, berarti ada sistem yang membiarkannya. Negara dirugikan, masyarakat juga dirusak. Ini harus diusut sampai ke akar,” tegasnya.

Ujian bagi Pemerintah Pusat
Kasus ini perlahan menjadi sorotan lebih luas dan dinilai sebagai ujian bagi pemerintah pusat, termasuk kepemimpinan Prabowo Subianto serta institusi kepolisian di bawah Listyo Sigit Prabowo.

Publik berharap jika memang ada jaringan besar yang bermain di balik praktik ilegal di Batam, aparat berani bertindak tegas tanpa pandang bulu.

Pertanyaan yang kini menggantung di tengah masyarakat sederhana namun tajam: apakah dugaan “raja gelap” di Batam benar-benar ada, atau hanya bayangan yang selama ini dibiarkan tumbuh karena tidak pernah disentuh hukum ?
Batam menunggu jawabannya.

Berita Terkait

KETUM Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri: Narkoba di Laut Terungkap, Peredaran Terbuka di Darat Harus Jadi Prioritas
Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar
Dr. Kurdi Harumkan Aceh Barat Buktikan Prestasi ASN Dan Inovasi Sitrap. Sebuah Aplikasi Transformasi Pelayanan Investasi.
Tembok Kontrakan Roboh Makan Korban Perempuan Paruh Baya Di Koja
Polsek Koja Respon Cepat Laporan Pria Bawa Sajam Dan Pria Mabuk Resahkan Warga
Di Acara Peringatan Hari Kartini Wiwin Winarti Ajak Perempuan Indonesia Bangkit dan Berdaya
Polres Brebes Ringkus Pelaku Karyawan Nakal, Tilap 4 Ekor Sapi Majikan, Di Banjarnegara
Di Duga Pembangunan Koperasi Merah Putih Desa Sindang Anom Masyarakat Harus Gotong Royong Sukarela Bergantian “Kemana Anggaranya”
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 04:13 WIB

KETUM Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri: Narkoba di Laut Terungkap, Peredaran Terbuka di Darat Harus Jadi Prioritas

Rabu, 22 April 2026 - 03:52 WIB

Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar

Selasa, 21 April 2026 - 23:15 WIB

Dr. Kurdi Harumkan Aceh Barat Buktikan Prestasi ASN Dan Inovasi Sitrap. Sebuah Aplikasi Transformasi Pelayanan Investasi.

Selasa, 21 April 2026 - 22:06 WIB

Polsek Koja Respon Cepat Laporan Pria Bawa Sajam Dan Pria Mabuk Resahkan Warga

Selasa, 21 April 2026 - 21:03 WIB

Di Acara Peringatan Hari Kartini Wiwin Winarti Ajak Perempuan Indonesia Bangkit dan Berdaya

Berita Terbaru