Holding Perkebunan Nusantara Percepat Transformasi Digital, PalmCo Sertifikasi Operator Drone Perkuat Sistem Pemantauan Kebun

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pasca-merger, PTPN IV PalmCo terus mempercepat transformasi digital dengan melatih dan mensertifikasi ratusan karyawan sebagai operator drone guna memperkuat sistem pemantauan kebun sawit berbasis data.

Hingga awal tahun ini, lebih dari 60 karyawan dinyatakan lulus sertifikasi sebagai pilot drone perkebunan, dari ratusan peserta yang mengikuti pelatihan. Perusahaan menyebut program ini sebagai bagian dari pembangunan ekosistem digital terintegrasi yang kini menjadi tulang punggung operasional. Secara keseluruhan, saat ini terdapat 62 karyawan yang telah tersertifikasi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata ditentukan oleh kehadiran teknologi, melainkan oleh kesiapan sumber daya manusia.

“Transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi canggih. Kunci utamanya adalah peningkatan kompetensi SDM. Tanpa operator yang terlatih dan tersertifikasi, sistem tidak akan memberikan nilai tambah optimal bagi perusahaan,” kata Jatmiko dalam keterangan resmi, baru-baru ini.

Di PTPN IV PalmCo, digitalisasi yang dibangun perusahaan bertumpu pada sistem terpusat bernama PalmCo Business Cockpit, yakni dashboard digital yang mengintegrasikan data operasional dari berbagai unit usaha. Sistem ini terhubung dengan platform pemetaan spasial “Agroview” yang memungkinkan pemantauan ratusan ribu hektare lahan secara hampir waktu nyata (real-time).

Baca Juga :  Ramadhan Penuh Berkah, Grup PT Pelindo Sinergi Lokaseva Salurkan Lebih dari 4.000 Bantuan Sosial bagi Masyarakat

Melalui drone yang dioperasikan para pilot bersertifikat, data visual dan spasial dari lapangan dikirimkan langsung ke pusat kendali. Informasi tersebut kemudian diolah untuk mendukung pengambilan keputusan agronomis, mulai dari kebutuhan pupuk, deteksi dini serangan hama, hingga identifikasi potensi penurunan produktivitas.

Di tingkat kebun, perubahan pola kerja mulai terasa. Pemantauan yang sebelumnya mengandalkan patroli manual kini dilengkapi citra udara beresolusi tinggi. Anomali di afdeling dapat diidentifikasi lebih cepat, sehingga respons penanganan menjadi lebih terukur.

Menurut Jatmiko, integrasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) juga tengah dikembangkan untuk memperkuat sistem analitik. “Ini fondasi strategis untuk mewujudkan perusahaan agrikultur kelas dunia dengan tata kelola yang presisi dan modern,” katanya.

Langkah digitalisasi PalmCo itu juga mendapat perhatian dari Danantara. Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyatakan dukungan terhadap strategi bisnis sawit terintegrasi yang dijalankan perusahaan, terutama dalam konteks penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi nasional.

Sementara itu, Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi, yang sempat meninjau langsung implementasi sistem Agroview pada Januari lalu, menilai integrasi mekanisasi, digitalisasi, dan pengembangan SDM berjalan selaras. “Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan perusahaan menyelaraskan aspek mekanisasi, digitalisasi, dengan pengembangan SDM,” ujar Riko.

Baca Juga :  Dorong Komitmen Sosial, BRI Finance Gelar TJSL Ramadan di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram

Di tengah tuntutan global terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, pendekatan berbasis teknologi dinilai menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Transparansi data dan akuntabilitas operasional menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri sawit nasional.

Sejatinya langkah seperti yang ditempuh PalmCo dapat menjadi model bagi transformasi BUMN sektor agrikultur lainnya. Namun, konsistensi implementasi dan peningkatan kapasitas SDM tetap menjadi tantangan utama.

Bagi PalmCo, investasi pada pelatihan drone dan sistem digital disebut sebagai investasi jangka panjang. “Digitalisasi adalah kunci keberlanjutan perusahaan. Dengan sinergi teknologi dan SDM unggul, produktivitas bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” kata Jatmiko.

Transformasi ini menandai babak baru pengelolaan perkebunan sawit nasional—di mana keputusan tidak lagi semata bertumpu pada pengalaman lapangan, melainkan pada data yang terukur dan terintegrasi.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Saat Ramadan – IdulFitri
Hisense Tampilkan Inovasi AI dan Solusi Smart Living di AWE 2026, Perkuat Komitmen pada Pengalaman Pengguna
BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Acara Halal Bihalal bersama jajaran Manajemen dan seluruh BRIliaN Region 6
Ekspansi Ekonomi Indonesia yang Pesat Mendorong Permintaan akan Kepemimpinan Eksekutif yang Berpengalaman
Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak
AXIS dan EVOS Hadirkan Pengalaman Ramadan Interaktif di Roblox Lewat Aktivasi #RamadanKitaBeda
H1 & H2 Lebaran 2026 Pengguna LRT Jabodebek Melonjak Hingga 79 Persen
Momentum Baru Setelah Idul Fitri, BRI Finance Ajak Talenta Profesional Bergabung
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:02 WIB

KAI Logistik Catat 13.435 Pengiriman Hewan Saat Ramadan – IdulFitri

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:00 WIB

Hisense Tampilkan Inovasi AI dan Solusi Smart Living di AWE 2026, Perkuat Komitmen pada Pengalaman Pengguna

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:16 WIB

BRI Region 6 Jakarta 1 Gelar Acara Halal Bihalal bersama jajaran Manajemen dan seluruh BRIliaN Region 6

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:12 WIB

Ekspansi Ekonomi Indonesia yang Pesat Mendorong Permintaan akan Kepemimpinan Eksekutif yang Berpengalaman

Jumat, 27 Maret 2026 - 05:30 WIB

Negara Produsen Energi yang Berpotensi Diuntungkan Saat Krisis Minyak

Berita Terbaru

Hedline News

Petisi Ahli Dan MIO Indonesia Dorong Evaluasi Menyeluruh KPK

Jumat, 27 Mar 2026 - 11:17 WIB