Purnamanews.com,Makassar–Sejumlah pedagang kaki lima (PK5) di kawasan Pasar Tello, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menyampaikan kekecewaan menjelang Bulan Suci Ramadan.
Seorang ibu pedagang sayur yang telah lama berjualan di kawasan Tello mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia mengaku baru kali ini merasakan penertiban yang dinilai begitu tegas dibandingkan masa kepemimpinan wali kota sebelumnya.
“Dari sekian banyak wali kota yang menjabat, baru kali ini kami merasakan seperti ini,” ujar Ina
Menurut Ina,Pembongkaran lapak dilakukan tanpa adanya tenggang waktu yang cukup bagi mereka untuk mempersiapkan relokasi atau mencari alternatif tempat berjualan.
Momen menjelang Ramadan menjadi salah satu periode paling ramai dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka
Kekecewaan senada juga diluapkan oleh Muhtar, pedagang lain yang turut merasakan pahitnya penggusuran tersebut.
Dengan nada kecewa, ia mempertanyakan keberadaan para wakil rakyat yang seharusnya menjadi penyambung lidah masyarakat kecil di saat sulit seperti ini.
“Kami sangat terpukul. Di mana hati nurani pemerintah dan yang kami sesalkan.mana anggota DPR, Sampai sekarang tidak ada satu pun yang turun ke lapangan untuk meninjau kondisi kami di sini atau sekadar mendengarkan keluhan kami,” pungkas Muhtar.
Harapan itu disampaikan agar mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga, terlebih menjelang bulan suci yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih menunggu respons dan solusi dari Pemerintah Kota Makassar terkait penertiban tersebut. Mereka berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah dan pedagang, sehingga penataan kawasan tetap berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian masyarakat kecil.











