Pedagang Kaki 5 Merasa kecewa Diera Walikota Makassar Munafri Arifuddin Ternyata Ini Penyebabnya

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com,Makassar–Sejumlah pedagang kaki lima (PK5) di kawasan Pasar Tello, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menyampaikan kekecewaan menjelang Bulan Suci Ramadan.

Seorang ibu pedagang sayur yang telah lama berjualan di kawasan Tello mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia mengaku baru kali ini merasakan penertiban yang dinilai begitu tegas dibandingkan masa kepemimpinan wali kota sebelumnya.

“Dari sekian banyak wali kota yang menjabat, baru kali ini kami merasakan seperti ini,” ujar Ina

Menurut Ina,Pembongkaran lapak dilakukan tanpa adanya tenggang waktu yang cukup bagi mereka untuk mempersiapkan relokasi atau mencari alternatif tempat berjualan.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Pengawasan dan Pelayanan, Imigrasi Tanjungpinang Terima Kunjungan Komisi IV DPRD Kepri

Momen menjelang Ramadan menjadi salah satu periode paling ramai dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan mereka

Kekecewaan senada juga diluapkan oleh Muhtar, pedagang lain yang turut merasakan pahitnya penggusuran tersebut.

Dengan nada kecewa, ia mempertanyakan keberadaan para wakil rakyat yang seharusnya menjadi penyambung lidah masyarakat kecil di saat sulit seperti ini.

“Kami sangat terpukul. Di mana hati nurani pemerintah dan yang kami sesalkan.mana anggota DPR, Sampai sekarang tidak ada satu pun yang turun ke lapangan untuk meninjau kondisi kami di sini atau sekadar mendengarkan keluhan kami,” pungkas Muhtar.

Baca Juga :  HTA Politisi PDIP, Perubahan Kota Depok Tidak Ada Jarak Antara Pemimpin dan Masyarakat

Harapan itu disampaikan agar mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga, terlebih menjelang bulan suci yang identik dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.

Hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih menunggu respons dan solusi dari Pemerintah Kota Makassar terkait penertiban tersebut. Mereka berharap adanya dialog terbuka antara pemerintah dan pedagang, sehingga penataan kawasan tetap berjalan tanpa mengorbankan mata pencaharian masyarakat kecil.

Berita Terkait

Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Raih Penghargaan IKPA Paripurna 2025
Kue Kering Ramadan Produksi Warga Binaan Lapas Narkotika Tanjungpinang Siap Dipasarkan
PMC dan Bolone SS Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu, Kualitas Menjadi Prioritas
Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Raih Sertifikasi SNI 8807:2022 untuk Layanan Rehabilitasi
Silaturahmi Ramadan, Insan Pers dan Humas Gandasari Shipyard Bintan Gelar Bukber
SPPG Jelaskan Komposisi Menu MBG Ramadan di SDN 2 Citeras Usai Sorotan Wali Murid
Lapas Batam IIA Sampaikan Ucapan Ulang Tahun kepada Ny. Evi Agus Andrianto
Rutan Batam Sampaikan Ucapan Ulang Tahun kepada Ny. Evi Agus Andrianto
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:36 WIB

Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Raih Penghargaan IKPA Paripurna 2025

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:13 WIB

Kue Kering Ramadan Produksi Warga Binaan Lapas Narkotika Tanjungpinang Siap Dipasarkan

Rabu, 11 Maret 2026 - 00:10 WIB

PMC dan Bolone SS Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu, Kualitas Menjadi Prioritas

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:41 WIB

Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Raih Sertifikasi SNI 8807:2022 untuk Layanan Rehabilitasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:39 WIB

Silaturahmi Ramadan, Insan Pers dan Humas Gandasari Shipyard Bintan Gelar Bukber

Berita Terbaru