Pena Sang Raja di Jantung Perbatasan

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Amran Tak Lagi Memakai Gelar ?

Purnamanews.comNatuna Amran, Pemimpin Redaksi Koran Perbatasan, memilih pena sebagai mahkota baru. Di Natuna, ia menjaga integritas informasi, meski darah raja mengalir dalam dirinya. Kamis, 12 Februari 2026

PEMIMPIN Redaksi Koran Perbatasan, Amran, adalah keturunan langsung Raja Narasinga II, Sultan Indragiri ke-4 yang masyhur sebagai penentang Portugis.

Namun, berbeda dari leluhurnya yang memimpin dengan mahkota dan kekuasaan adat, Amran memilih jalan sunyi: jurnalisme.

Di Natuna-garda terdepan Indonesia di utara-nama Amran dikenal sebagai jaminan integritas berita. Tenang, lugas, dan tajam, ia berdiri di garis depan menjaga kedaulatan informasi.

Fakta bahwa ia adalah zuriat lurus Raja Narasinga II bukanlah cerita sensasional, melainkan latar sejarah yang membentuk ketegasan sikap dan keberpihakan pada kepentingan publik.

Mengapa Tanpa Gelar Raja ?
Jawabannya ada pada adat dan pilihan hidup.

Dalam tatanan adat Melayu Indragiri yang menganut sistem patrilineal, gelar “Raja” hanya diwariskan melalui garis laki-laki.

Sejarah mencatat titik transisi penting pada generasi Raja Alamsyah yang memiliki seorang putri, Raja Zainah. Meski mewarisi darah bangsawan sepenuhnya, Raja Zainah tidak mewariskan gelar formal kepada keturunannya.

Dari sinilah garis keturunan berlanjut-M. Madon hingga Amran-tanpa atribut gelar, namun tetap membawa nilai, marwah, dan memori sejarah keluarga besar Simandolak. Gelar boleh tak tertulis, darah tak pernah bohong.

Baca Juga :  Persiapkan Pemimpin Kewilayahan Masa Depan, Korem 052/Wkr Jadi Kawah Candradimuka Calon Danrem Tipe A Dan B

Dari Pedang ke Pena
Jika dahulu Raja Narasinga II menjaga kedaulatan dengan strategi dan keberanian di medan perang, Amran melakukannya dengan tinta, data, dan kejujuran. Jurnalisme baginya adalah medan tempur modern.

Sebagai Pemimpin Redaksi, Amran konsisten mengangkat isu-isu wilayah perbatasan: transparansi anggaran, realisasi APBD, pembangunan desa terpencil, hak masyarakat kecil, dan kinerja pejabat publik. Tulisan-tulisannya tegas, analisisnya tajam, dan keberpihakannya jelas-kepada rakyat.

Konsekuensinya nyata. Ancaman, fitnah, dan tekanan kerap datang. Kritik dianggap serangan. Namun, seperti watak kepemimpinan masa lalu, menegakkan keadilan memang selalu melahirkan perlawanan.

Konsolidasi Kekuasaan Menjadi Konsolidasi Informasi
Dalam sejarah, Narasinga II dikenal sebagai konsolidator kekuasaan.

Dalam konteks hari ini, konsolidasi itu berwujud konsolidasi informasi.

Di Natuna-wilayah perbatasan yang bersentuhan langsung dengan Laut Natuna Utara-informasi bukan sekadar berita. Ia adalah pertahanan sosial.

Melalui media, Amran membangun kesadaran publik.

Melalui investigasi, ia menguatkan akuntabilitas.

Melalui tulisan, ia menjalankan kontrol sosial.

Gelar boleh tidak dipakai. Nilai kepemimpinan tetap berjalan.

Pena sebagai Mahkota Baru
Bagi Amran, mahkota hari ini adalah pena. Bukan singgasana, melainkan ruang redaksi. Bukan titah, melainkan laporan investigatif. Bukan pasukan, melainkan fakta dan data.

Baca Juga :  Pemohon Mutasi BPKB Akui Pelayanan Cepat Dan Baik Di Polda Metro Jaya

Darah raja mengalir di setiap baris yang ia tulis. Warisan Indragiri tetap hidup. Hanya bentuknya yang berubah. Dari istana ke papan ketik. Dari kekuasaan simbolik ke pengabdian nyata.

Amran memilih dikenal sebagai Pemimpin Redaksi Koran Perbatasan, bukan sebagai “Raja”. Dan justru di situlah marwah itu berdiri tegak.

Sejarah Singkat Raja Narasinga II & Raja Bagung Raja Narasinga II adalah Sultan Indragiri ke-4 dan tokoh penentang Portugis yang membawa kerajaan pada puncak kejayaan Islam.

Garis keturunannya diteruskan melalui Raja Bagung, leluhur utama Simandolak, hingga melahirkan Raja Alamsyah.

Jejak Silsilah Jalur Simandolak
Raja Narasinga II (Sultan Indragiri IV)
Raja Bagung

Raja Alamsyah

Raja Zainah (putri Raja – titik transisi gelar)

M. Madon

M. Ali

M. Jusa Ali
Masbah

Amran (Pemimpin Redaksi Koran Perbatasan) Mengenal Amran
Amran adalah Pemimpin Redaksi Koran Perbatasan, media yang konsisten mengawal isu-isu wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau-daerah 3T yang kerap luput dari sorotan nasional. Tegas, konsisten, dan berani. Tanpa gelar, tanpa mahkota.

Tapi bekerja seperti penjaga batas negara.

Berita Terkait

Parkiran RS. Ananda Babelan Rawan Pencurian, Motor Pengunjung Kehilangan Tutup Radiator : Tarif Parkir Tinggi Dan Tidak Aman
MIO Indonesia Jakarta Timur Gelar Audensi Resmi Dengan Kejari Jakarta Timur
Polsek Bekasi Barat Berbagi Santunan Anak Yatim Dan Buka Puasa Bersama
Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Raih Penghargaan IKPA Paripurna 2025
Mudik Lebaran 2026 : Polri Kerahkan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Jadi Kunci Respons Cepat Bagi Pemudik
Danrem 064/MY : Keberhasilan TMMD Bukti Kuatnya Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Polres Jakarta Utara Peringati Nuzulul Quran 1447 H, Perkuat Iman Dan Kepedulian Sosial
Koramil 01/Jatinegara Gelar Patroli Ramadhan, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Di Wilayah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:43 WIB

Parkiran RS. Ananda Babelan Rawan Pencurian, Motor Pengunjung Kehilangan Tutup Radiator : Tarif Parkir Tinggi Dan Tidak Aman

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:03 WIB

MIO Indonesia Jakarta Timur Gelar Audensi Resmi Dengan Kejari Jakarta Timur

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:51 WIB

Polsek Bekasi Barat Berbagi Santunan Anak Yatim Dan Buka Puasa Bersama

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:28 WIB

Mudik Lebaran 2026 : Polri Kerahkan 161.000 Personel, Layanan Darurat 110 Jadi Kunci Respons Cepat Bagi Pemudik

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:29 WIB

Danrem 064/MY : Keberhasilan TMMD Bukti Kuatnya Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Berita Terbaru