Mushala Rusak Diterjang Banjir, Warga Tanjong Meuleuweuk Berharap Uluran Tangan Jelang Ramadhan

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PurnamaNews.com  Aceh Timur

 

Pasca banjir yang melanda Desa Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, warga Dusun Tanjong Meuleuweuk masih berada dalam kondisi darurat. Selain kehilangan harta benda, banjir juga merusak perlengkapan ibadah dan mushala satu-satunya yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat.

Di tengah keterbatasan itu, Sekolah Relawan Peduli Banjir bersama EPSON menyalurkan bantuan perlengkapan salat kepada warga Dusun Tanjong Meuleuweuk pada Minggu (1/2/2026). Bantuan berupa mukena, sajadah, sarung, serta perlengkapan ibadah lainnya menjadi secercah harapan bagi warga yang selama ini kesulitan menjalankan ibadah akibat dampak banjir.

Koordinator Sekolah Relawan Peduli Banjir menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus dukungan spiritual bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga sarana ibadah warga. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu mereka tetap menjalankan ibadah dengan layak, ujarnya.

Baca Juga :  Kementerian PU Bangun 66 Sumur Bor untuk Pastikan Pasokan Air Bersih Berkualitas bagi Korban Bencana di Sumatera

Salah seorang warga Dusun Tanjong Meuleuweuk, M. Husen, mengungkapkan bahwa kondisi masyarakat pascabanjir masih sangat memprihatinkan. Menurutnya, banyak perlengkapan ibadah rusak, basah, bahkan hanyut terbawa arus banjir.

“Pasca banjir, kondisi kami benar-benar darurat. Banyak perlengkapan ibadah rusak dan hanyut. Untuk salat pun kami serba keterbatasan. Bantuan perlengkapan salat ini sangat berarti bagi kami. Setidaknya, di tengah kesulitan, kami masih bisa beribadah dengan layak, ungkap M. Husen.

Namun, persoalan terbesar yang kini dihadapi warga adalah rusaknya mushala akibat banjir. Mushala tersebut merupakan satu-satunya tempat ibadah bagi masyarakat Dusun Tanjong Meuleuweuk. Hingga kini, mushala belum dapat digunakan, sehingga aktivitas ibadah terpaksa dilakukan di tempat seadanya.

Baca Juga :  Dukung Mobilitas Masyarakat Lintas Daerah, KAI Divre III Palembang Lanjutkan Operasional Kereta Tambahan KA Rajabasa

Menjelang bulan suci Ramadhan, keresahan warga semakin terasa. Mereka khawatir harus melaksanakan salat tarawih dan ibadah lainnya dalam kondisi tidak layak.

“Kami sangat berharap ada kepedulian untuk membangun kembali mushala kami. Di dusun ini, mushala adalah satu-satunya tempat ibadah masyarakat. Jangan biarkan kami melaksanakan salat tarawih di bawah tenda. Kami sangat berharap uluran tangan pemerintah dan para dermawan, harap M. Husen dengan suara lirih.

Warga Dusun Tanjong Meuleuweuk berharap pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta para dermawan dapat segera turun tangan membantu pembangunan kembali mushala dan pemulihan kehidupan pascabanjir. Bagi mereka, mushala bukan sekadar bangunan, melainkan tempat mengadu, bersujud, dan menguatkan iman di tengah cobaan.

Berita Terkait

Diduga aktifitas Mafia BBM Bersubsidi Jenis Berkedok Steam Mobil, Padahal pangkalan Transaksi minyak ILegal Tidak tersentuh aparat Penegak Hukum
Kasus Korupsi, Narkoba, hingga Oknum Aparat: Rutan Batam Jadi Simpul Penegakan Hukum
Harlah Ke -100 NU, Kapolres Brebes Serahkan Buku Santri Brambang Kepada Ketua PCNU dan Bupati
Di Duga Persulit Walimurid BRI Kalianda Kekeh ,Pengambilan Buku Rek Dan ATM Tidak Bisa Di kuasakan Ke guru Pendamping ,Harus Di Kuasakan Ke Om Tante Atau Tetangga ,Aneh????
Di duga BRI Kalianda Kekeh ,Pengambilan Buku Rek Dan ATM Tidak Bisa Di kuasakan Ke guru Pendamping ,Harus Di Kuasakan Ke Om Tante Atau Tetangga Ucap Dona Aneh ????
Bupati dan Sekda Mulai Cleaning dan Pembuatan Jalan Plan Sekolah Rakyat, Akan di Bangu Bulan Oktober
Bupati Tarmizi Melantik Sejumlah Pejabat Eselon III , Dr. Ir. Kurdi, ST, MT, MH, IPM, Asean-Eng, Jabat Kadis DLH
Diduga Terjadi Kebakaran limbah sabut kelapa Yang Di kelola Santo ,Membuat masyarakat Resa Dan kawatir ,Serta Izin Di Pertanyakan 
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:33 WIB

Mushala Rusak Diterjang Banjir, Warga Tanjong Meuleuweuk Berharap Uluran Tangan Jelang Ramadhan

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:26 WIB

Diduga aktifitas Mafia BBM Bersubsidi Jenis Berkedok Steam Mobil, Padahal pangkalan Transaksi minyak ILegal Tidak tersentuh aparat Penegak Hukum

Minggu, 1 Februari 2026 - 20:22 WIB

Kasus Korupsi, Narkoba, hingga Oknum Aparat: Rutan Batam Jadi Simpul Penegakan Hukum

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:12 WIB

Harlah Ke -100 NU, Kapolres Brebes Serahkan Buku Santri Brambang Kepada Ketua PCNU dan Bupati

Sabtu, 31 Januari 2026 - 19:02 WIB

Di Duga Persulit Walimurid BRI Kalianda Kekeh ,Pengambilan Buku Rek Dan ATM Tidak Bisa Di kuasakan Ke guru Pendamping ,Harus Di Kuasakan Ke Om Tante Atau Tetangga ,Aneh????

Berita Terbaru