Harga Emas Bertahan Bullish, Sentimen Geopolitik Jadi Penggerak Utama

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) dunia kembali menjadi sorotan pada perdagangan hari ini seiring penguatan tajam yang membawa logam mulia tersebut menembus level psikologis penting. Pergerakan emas saat ini menunjukkan momentum bullish yang semakin solid, didukung oleh faktor teknikal maupun sentimen fundamental global.

Pada awal pekan, emas (XAU/USD) mencatat lonjakan lebih dari 2% dan berhasil menembus level $5.000 per troy ounce. Penguatan ini berlanjut hingga mendekati area $5.100, dengan harga terakhir tercatat di kisaran $5.095 setelah sempat mencetak rekor tertinggi di $5.111. Kenaikan agresif ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang kembali memanas.

Menurut analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, secara teknikal struktur pergerakan XAU/USD saat ini sangat mendukung kelanjutan tren naik. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average menunjukkan bahwa dominasi buyer masih kuat. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci, tekanan beli diperkirakan tetap mendominasi pergerakan intraday.

Baca Juga :  6 Juta Unit Terjual, Yamaha MAXi Pelopor Skutik Premium yang Mendunia

Dari sisi proyeksi Andy, memperkirakan bahwa jika momentum bullish berlanjut, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area $5.150 sebagai target terdekat. Level ini menjadi resistance lanjutan yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Namun demikian, Andy juga mengingatkan bahwa potensi koreksi tetap terbuka. Apabila harga gagal mempertahankan momentum dan mengalami tekanan jual, area $4.990 diproyeksikan menjadi zona penurunan terdekat yang berpotensi menahan pelemahan.

Sentimen fundamental turut memberikan dorongan signifikan bagi emas. Pada sesi Asia hari ini, harga emas masih bertahan di sekitar $5.050 seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik dan stabilitas keuangan global.

Ketegangan kembali mencuat setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap Kanada jika negara tersebut menjalin kesepakatan perdagangan dengan China. Pernyataan ini memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang baru dan mendorong investor kembali memburu aset safe-haven.

Selain itu, isu independensi Federal Reserve turut menjadi perhatian. Pasar menantikan keputusan Trump terkait penunjukan Ketua The Fed berikutnya, yang memicu spekulasi bahwa kebijakan moneter AS ke depan bisa menjadi lebih dovish. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung harga emas karena menurunkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga :  Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik dan Penanganan Bencana, Kementerian PU Hadirkan Portal Data Real-Time via Dashboard SIGI

Di sisi lain, pasar juga mencermati agenda ekonomi AS, termasuk rilis data ADP Employment Change dan Consumer Confidence. Meski data pesanan barang tahan lama AS menunjukkan pemulihan yang kuat, rumor potensi intervensi Jepang dan AS untuk menopang yen turut menekan dolar AS, sehingga memberikan ruang tambahan bagi penguatan emas.

Dengan kombinasi faktor teknikal yang solid dan sentimen global yang masih penuh ketidakpastian, Andy menilai bahwa emas tetap berada dalam fase bullish. Namun, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, terutama menjelang keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ketua Fed Jerome Powell yang berpotensi memengaruhi arah pasar selanjutnya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Siapkan 24 Perjalanan KA Jarak Jauh Reguler untuk Angkutan Lebaran 2026
Metland Hotel Cirebon Gelar Bakti Sosial & Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-12
Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera
Harga Emas Masih Kuat, Tren Kenaikan Berlanjut di Tengah Tekanan Global
Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru
India dan Indonesia Memperkuat Kemitraan di Tengah Ketidakpastian Tatanan Global
Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna
India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 12:03 WIB

KAI Daop 2 Bandung Siapkan 24 Perjalanan KA Jarak Jauh Reguler untuk Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:26 WIB

Metland Hotel Cirebon Gelar Bakti Sosial & Pemeriksaan Kesehatan Gratis dalam Rangka HUT ke-12

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:01 WIB

Rapat Kerja Bersama Komisi V DPR RI, Menteri PU Paparkan Progres Penanganan Bencana di Sumatera

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:20 WIB

Harga Emas Masih Kuat, Tren Kenaikan Berlanjut di Tengah Tekanan Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:40 WIB

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Berita Terbaru

Kriminal

Empat Orang Diamankan Polsek Pademangan Saat KRYD Dini Hari

Minggu, 1 Feb 2026 - 10:58 WIB