Krakatau Steel: Sinyal Ekspor Baja Tiongkok Momentum Perkuat Industri Nasional

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 27 Januari 2026 – Rencana Pemerintah Tiongkok untuk kembali menerapkan rezim lisensi ekspor baja mulai Januari 2026 menjadi perhatian serius pasar baja global. Kebijakan ini hadir bersamaan dengan penegasan pengendalian output crude steel sepanjang Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), di tengah masih lemahnya permintaan domestik Tiongkok dan lonjakan ekspor baja yang memicu tekanan harga serta friksi dagang internasional.

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining Insights menilai kebijakan tersebut tidak dapat dibaca sebagai pengetatan pasokan secara otomatis. “Lisensi ekspor bukanlah kuota. Tanpa pembatasan volume yang eksplisit, kebijakan ini lebih berfungsi sebagai kontrol administratif dan kualitas, bukan instrumen struktural untuk mengurangi kelebihan pasokan global,” tulis Widodo dalam analisisnya pada laman SM Insights.

Optimisme Pasar yang Masih Dibayangi Ketidakpastian

Widodo menjelaskan, sebagian pelaku pasar berharap lisensi ekspor dapat menekan praktik ekspor agresif berharga rendah dari Tiongkok. Namun secara fundamental, kelebihan kapasitas baja global yang telah melampaui 600 juta ton membuat tekanan struktural tetap tinggi. Dalam kondisi tersebut, perubahan kebijakan Tiongkok lebih tepat dibaca sebagai perubahan struktur risiko, bukan solusi menyeluruh bagi pasar baja dunia.

Widodo juga menyoroti kontras tajam antara Indonesia dan negara lain dalam penggunaan instrumen perlindungan perdagangan. Saat negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, India, hingga negara-negara ASEAN secara aktif menerapkan puluhan hingga ratusan trade remedies, Indonesia saat ini hanya memiliki lima instrumen aktif di sektor baja.

Baca Juga :  Dukung Mobilitas Nataru 2025/2026, KAI Daop 7 Madiun Hadirkan Diskon Tarif Hingga 30% dan Libatkan UMKM

“Kondisi ini menjadikan Indonesia salah satu pasar paling terbuka dan paling rentan terhadap limpahan surplus baja global, terutama jika kebijakan Tiongkok tidak benar-benar menurunkan volume ekspor,” tegas Widodo.

Momentum Kedaulatan Industri Baja Nasional

Menanggapi dinamika tersebut, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) memandang kebijakan Beijing sebagai sinyal penting yang harus disikapi secara cermat dan strategis. Perseroan menilai bahwa perubahan kebijakan global justru memperkuat urgensi penguatan industri baja nasional melalui kebijakan yang sejalan dengan praktik global dan kepentingan nasional.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu ragu dalam melindungi industri strategisnya.

“Kebijakan global tidak bisa kita kendalikan, tetapi desain kebijakan nasional sepenuhnya berada di tangan kita. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat industri baja nasional secara berkelanjutan,” tutup Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  Battery Manufacture Selesai Diinstalasi, Wujudkan Ekosistem Baterai Terintegrasi di Indonesia

Perseroan memandang penguatan kebijakan baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kemandirian industri, memperkuat struktur manufaktur, dan menjaga ketahanan ekonomi nasional. Kebijakan yang terarah dan selektif dinilai penting agar perlindungan pasar domestik berjalan beriringan dengan pengamanan pasokan bahan baku strategis bagi industri hilir.

About Krakatau Steel Tbk

Sekilas tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel dan Group mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik (power plant), serta beberapa ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang.

Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melangkah dalam KS Reborn yang mencakupi semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform”. Transformasi ini difokuskan pada peningkatan kinerja perusahaan melalui penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Ingatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur Rel, Keselamatan Jiwa Jadi Taruhan
Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai
Bittime Tanggapi Drama Pasar Aset Kripto, Ingatkan Pentingnya Literasi dan Strategi Investasi Berkelanjutan
Dukung Aktivitas Pariwisata Bali, Pengiriman KAI Logistik Terus Bertumbuh
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Banjir Bekasi dan Pastikan Penanganan Terpadu
KA Gumarang dan KA Matarmaja Tambah Alternatif KA bagi Warga Grobogan Mulai 1 Februari 2026
72% Bursa Kripto RI Masih Merugi Sepanjang 2025, Tokocrypto Dorong Insentif dan Efisiensi Biaya
Layanan Nataru Pelindo Multi Terminal di Terminal Penumpang Bandarmasih Banjarmasin Berjalan Lancar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:53 WIB

KAI Ingatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur Rel, Keselamatan Jiwa Jadi Taruhan

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:16 WIB

Holding PTPN III (Persero) Perkuat Pengendalian Persediaan CPO melalui Stock Opname di KPBN Dumai

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:10 WIB

Dukung Aktivitas Pariwisata Bali, Pengiriman KAI Logistik Terus Bertumbuh

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:47 WIB

Krakatau Steel: Sinyal Ekspor Baja Tiongkok Momentum Perkuat Industri Nasional

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:14 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Banjir Bekasi dan Pastikan Penanganan Terpadu

Berita Terbaru

TNI Dan Polri

Kapolsek Bekasi Barat Ajak Warga Cegah Tawuran Saat Jumat Keliling

Jumat, 30 Jan 2026 - 14:43 WIB