BRICS 2026 dan Peran India dalam Membentuk Tatanan Dunia Multipolar

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang keketuaan India pada BRICS tahun 2026, diskursus global mengenai masa depan multilateralisme dan tatanan dunia multipolar semakin menguat. Momentum ini menempatkan India pada posisi strategis untuk menjembatani kepentingan negara-negara berkembang dan maju, sekaligus memperkuat kerja sama internasional berbasis dialog dan inklusivitas.

India, BRICS, dan G7: Membangun Jembatan Global

Baru-baru ini, Menteri Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar, menyoroti dinamika penting, Prancis akan memimpin G7, sementara India akan menjadi Ketua BRICS pada tahun 2026. Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan pentingnya sinergi tersebut dengan menyatakan bahwa BRICS dan G7 tidak seharusnya saling berhadapan, melainkan membangun jembatan kerja sama.

Pernyataan ini mencerminkan pengakuan internasional atas meningkatnya bobot BRICS dalam tatanan global serta kebutuhan akan pendekatan kolaboratif di tengah munculnya dunia multipolar.

BRICS sebagai Representasi Global South

BRICS telah berkembang dari empat negara menjadi sepuluh anggota, mewakili hampir setengah populasi dunia dan sekitar 40 persen Produk Domestik Bruto global. Keanggotaan ini mencakup negara-negara dengan kekuatan signifikan di bidang energi, manufaktur, sumber daya manusia, mineral strategis, dan teknologi.

Baca Juga :  Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir

India, sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia dan ekonomi besar dengan pertumbuhan tercepat, memainkan peran sentral dalam kelompok ini. Dengan filosofi kebijakan luar negeri Vasudhaiva Kutumbakam, dunia adalah satu keluarga, India memandang BRICS bukan sebagai blok anti-Barat, melainkan sebagai platform alternatif non-Barat yang inklusif dan representatif bagi aspirasi Global South.

Keketuaan India pada BRICS 2026

Sebagai Ketua BRICS 2026, India akan menjadi tuan rumah KTT BRICS serta berbagai pertemuan sektoral yang mencakup perdagangan, konektivitas, mata uang, kontra-terorisme, budaya, teknologi, fintech, pendidikan, riset dan pengembangan, pengobatan tradisional, hingga pertukaran pemuda dan olahraga.

Salah satu agenda utama adalah mendorong reformasi institusi global, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Keamanan PBB, agar lebih relevan dan representatif terhadap realitas geopolitik abad ke-21.

Multipolaritas dan Tantangan Global

BRICS berupaya menawarkan model kerja sama yang tidak didasarkan pada dominasi atau diktasi, melainkan pada konsensus dan kepentingan bersama. Melalui mekanisme seperti New Development Bank dan peningkatan kerja sama Selatan–Selatan, BRICS berkontribusi pada diversifikasi sistem ekonomi dan keuangan global.

Baca Juga :  India dan Global South: Memperkuat Kemitraan demi Masa Depan Bersama

Dalam konteks keamanan global, multipolaritas mendorong pendekatan yang lebih terdesentralisasi dan berbasis kawasan. India memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas di Samudra Hindia, Asia Selatan, dan Global South, serta memperkuat dialog lintas kawasan.

India sebagai Pembangun Konsensus Global

Pada tahun yang sama, India juga dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT QUAD. Posisi unik ini memberikan peluang bagi India untuk meluruskan mispersepsi dan memperkuat pemahaman lintas forum, di tengah meningkatnya tantangan global yang menuntut solidaritas dan kerja sama internasional.

India menegaskan bahwa BRICS tidak bertujuan menggantikan tatanan dunia yang ada, melainkan membentuk ulang pola kolaborasi global yang lebih adil, berkelanjutan, dan inklusif. Sejalan dengan visi Perdana Menteri Narendra Modi, BRICS dimaknai sebagai Building Resilience and Innovation for Cooperation and Sustainability.

Artikel ini ditulis oleh Anil Trigunayat, mantan Duta Besar India untuk Yordania, Libya, dan Malta. Saat ini, beliau merupakan Distinguished Fellow di Vivekananda International Foundation dan United Services Institute of India.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru
India dan Indonesia Memperkuat Kemitraan di Tengah Ketidakpastian Tatanan Global
Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna
India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Budaya ESG lewat Gerakan Penanaman Pohon IKBI PT RPN
Solusi WhatsApp Business API untuk Bisnis Kecil dan UMKM
KAI Ingatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur Rel, Keselamatan Jiwa Jadi Taruhan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:40 WIB

Pelabuhan Parepare Layani Puluhan Ribu Penumpang Selama Nataru

Jumat, 30 Januari 2026 - 23:44 WIB

India dan Indonesia Memperkuat Kemitraan di Tengah Ketidakpastian Tatanan Global

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:37 WIB

Lokasoka Gandeng Ratusan UMKM Wujudkan Souvenir Bernilai dan Bermakna

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:28 WIB

India Rayakan Hari Republik ke-77 di Jakarta, Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:38 WIB

Direksi KAI Services Gelar Pertemuan Bersama Komunitas Pengguna KRL di Gambir

Berita Terbaru

TNI Dan Polri

Korem 051/Wijayakarta Kembali Unjuk Gigi Di Ajang Menembak Nasional

Sabtu, 31 Jan 2026 - 13:59 WIB