Purnamanews.com/ BREBES, JATENG –Dampak curah hujan tinggi Banjir Bandang Sungai Keruh mengakibatkan 7 rumah hanyut dan belasan rumah terancam di Desa Dukuhturi dan Kalierang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, untuk menghindari resiko yang lebih besar Warga terpaksa mengungsi.Sabtu ( 24/1/2026 ).
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 23.00 Wib akibat hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus sejak Jumat pagi hingga malam.Luapan Sungai Keruh ber arus deras menghantam permukiman warga di Desa Dukuh Turi dan Kalierang, Kecamatan Bumiayu .
Banjir Sungai Kalikeruh juga mengakibatkan Wilayah terdampak terparah berada di Desa Adisana. Selain merusak permukiman warga, banjir juga menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui, sejumlah rumah mengalami kerusakan parah, serta mengganggu jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bumiayu.

Pada Sabtu pagi, warga yang tinggal di dekat aliran sungai terpaksa menyelamatkan diri dan mengemas barang-barang seadanya untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Atas musibah Banjir Bandang Sungai Keruh pada Sabtu sekitar pukul 09.30 Wib.Wakil Bupati Brebes Wurja SE bersama
Anggota DPRD Kab. Brebes H. Nur Endro SH,Kepala Pelaksana BPBD Drs. Budhi Darmawan M.Si.Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah Laode Vindar Aris M.Si.Firkompinca Bumiayu melaksanakan pengecekan di lokasi.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah melalui Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto SE kepada media mengungkapkan,bahwa dampak banjir bandang Sungai Keruh mengakibatkan di Desa Desa Dukuhturi Rt. 001 Rw. 001 Kecamatan Bumiayu, terdapat 4 ( empat ) unit rumah yang hanyut terbawa banjir Sungai Keruh, dan di wilayah Rt. 005 Rw. 001 terdapat 6 ( enam ) unit rumah yang mengalami rusak berat.
” Di wilayah Desa Kalierang Rt. 001 Rw. 001 Kec. Bumiayu, terdapat 3 ( tiga ) unit rumah yang hanyut, dan 10 ( sepuluh ) unit mengalami rusak berat.” Ungkap Edi Mardiyanto.
“Sementara di wilayah Dukuh Kweni Desa Adisana terdapat 8 ( delapan ) unit rumah yang rusak berat, puluhan hektar sawah dan badan jalan kabupaten tidak bisa dilintasi karena tergerus banjir.” Ujarnya.
Usai kegiatan cek lokasi banjir bandang Sungai Keruh dilaksanakan
Rakor terbatas dengan Dinas terkait dalam upaya penanganan pasca banjir Sungai Keruh di Desa Kalierang, Desa Adisana, Desa Penggarutan dan Desa Dukuhturi.
(Imam Fz/frend).







