Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni, Warga Desa Dukuhlo Brebes Butuh Uluran Bantuan Dari Dinas Terkait

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com/ BREBES JATENG – “Beginilah mas rumah kami, jika musim hujan atap rumah kami bocor dan karena lantai rumah kami masih tanah jadi becek dan berlumpur, saya orang miskin jadi kami tidak bisa berbuat banyak untuk perbaiki rumah saya, saya hanya minta uluran dari dinas untuk bisa membenahinya.”

Itulah curahan hati Nurokhim,(49) dan adiknya, Musriah, (44) tahun, warga desa Dukuhlo kecamatan Bulakamba kabupaten Brebes. Ketika di sambangi para awak media, Rabu (21/1/26). Mereka menjalani kehidupan sehari-hari dalam keterbatasan.

Setiap musim hujan datang, genangan air dan lumpur menjadi bagian dari kehidupan mereka. Rumah berdinding bata merah itu pernah direhabilitasi melalui program rumah tidak layak huni beberapa tahun lalu, namun kini, bangunan tersebut kembali rapuh.

Dinding bagian belakang rubuh, atapnya ambrol, dan nyaris tak ada ruang kering di dalam rumah saat hujan turun. Lantai tanah yang becek membuat mereka harus berhati-hati melangkah.

Salah satu ruang kamar yang memang jauh dari kata sehat, dan butuh penanganan cepat dari dinas terkait.

Di sudut rumah, sebuah dipan kayu lapuk menjadi tempat tidur Nurokhim. Ia tidur tanpa kasur, hanya beralas papan yang mulai keropos.

Baca Juga :  Izin Belum Ada, Bangunan Yayasan Sudah Berdiri: Satpol PP Segel Proyek di Tanjungpinang

Musriah, adiknya, menghabiskan malam dengan berbaring di lantai tanah, beralaskan terpal plastik yang digelar seadanya. Ruang tidur itu menyatu dengan area mandi, tanpa sekat yang jelas.

Untuk menyambung hidup, Nurokhim berjualan keliling menjajakan mainan anak-anak keliling sekolah dan kampung.

Penghasilannya tak menentu dan sering kali tak cukup untuk mencukupi kebutuhan perut kakak beradik itu. Dalam kondisi seperti itu, keduanya kerap di bantu warga sekitar. Ada tetangga yang mengantar makanan, ada pula yang sekadar memberi beras atau lauk pauk.

Kebutuhan mandi, mencuci, dan buang air tak bisa mereka lakukan di dalam rumah. Fasilitas MCK berada di luar bangunan utama, itupun hasil bantuan dari pemerintah.

Sementara listrik masih menumpang dari rumah tetangga. Di tengah keterbatasan itu, Nurokhim mengaku bantuan sosial sering terdengar ada, namun tak selalu sampai ke tangannya.

Baca Juga :  KAI Perluas Pin Prioritas LRT Jabodebek Mulai 2026, Atur Penggunaan Kursi di Jam Padat

“Bantuan sering ada, tapi diambil kakak kami yang tinggal di rumah lain,” ujarnya lirih.

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mencatat keluarga Nurokhim masuk dalam Desil 1, kategori sangat miskin.

Camat Bulakamba Setiawan Nugroho mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen langsung ke lokasi. “Keluarga itu masuk DTSEN Desil 1. Bantuan seperti BPNT Rp300 ribu dan BLT Kesra Rp900 ribu juga tercatat diterima,” kata Setiawan.

Menurut Setiawan, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Sosial Kabupaten Brebes untuk menindaklanjuti kondisi rumah dan kebutuhan dasar keluarga tersebut. Namun bagi Nurokhim dan Musriah, waktu berjalan lebih lambat dari proses administrasi.

Di rumah kecil yang nyaris roboh itu, mereka menunggu uluran bantuan sembari bertahan dengan apa yang ada. Setiap tetes hujan yang jatuh dari atap berlubang menjadi pengingat bahwa kemiskinan bukan sekadar angka dalam data, melainkan kenyataan yang mereka jalani setiap hari.

(Imam Fz/frend).

Berita Terkait

Diduga Terjadi Kebakaran limbah sabut kelapa Yang Di kelola Santo ,Membuat masyarakat Resa Dan kawatir ,Serta Izin Di Pertanyakan 
Camat Wawaykarya Preseden Buruk : H.Samsul Bahri S.H Bagi Keterbukaan Informasi Publik Ketika Dikonfirmasi Malah Intimidasi Wartawan.
Pemutihan PKB Batam Berlanjut, Denda dan BBNKB II Tetap Dihapus
Sinergi TNI–Polri, Wakil Panglima TNI Tinjau Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang
Kolaborasi Seni di Tahun Kuda Api: K Mall at Menara Jakarta Gandeng Linda Gallery
Pastikan Kondisi Keamanan Stasiun Aman dan Terkendali, KAI Services Gelar Pembinaan Petugas Keamanan di Wilayah Regional 6 Yogyakarta
Warga Paya Dua Kembali Beri Amanah Tuk Sultan Ibrahim Memimpin Gampong Enam Tahun ke Depan
TRCPPA INDONESIA MENDUKUNG PENUH KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA UNTUK TETAP BERADA DI BAWAH PIMPINAN PRESIDEN
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:08 WIB

Diduga Terjadi Kebakaran limbah sabut kelapa Yang Di kelola Santo ,Membuat masyarakat Resa Dan kawatir ,Serta Izin Di Pertanyakan 

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:51 WIB

Camat Wawaykarya Preseden Buruk : H.Samsul Bahri S.H Bagi Keterbukaan Informasi Publik Ketika Dikonfirmasi Malah Intimidasi Wartawan.

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:33 WIB

Pemutihan PKB Batam Berlanjut, Denda dan BBNKB II Tetap Dihapus

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:47 WIB

Sinergi TNI–Polri, Wakil Panglima TNI Tinjau Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:14 WIB

Kolaborasi Seni di Tahun Kuda Api: K Mall at Menara Jakarta Gandeng Linda Gallery

Berita Terbaru