Purnamanews.com – Maros – Prosesi peresmian bedah rumah di Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Rabu (14/01), terebut menjadi sorotan. Meski dihadiri Bupati Maros, dan sepuluh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Sulsel, Camat Marusu, tidak hadir. Kepergian Camat ini menuai kritik dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kipfa, yang merasa hal tersebut mencoreng sinergi pemerintah daerah.
Menurut Ketua LSM Kipfa, Abdul Malik, ketidakhadiran Camat pada acara yang sasarannya langsung berdampak pada masyarakat ini mencerminkan tidak adanya tanggung jawab atas program pemberdayaan lokal. “Camat adalah ujung tombak pemerintah di tingkat kecamatan. Tanpa kehadirannya, bagaimana ia bisa memastikan program ini tepat sasaran dan menjangkau secara menyeluruh?” katanya dalam keterangan tertulis.
Bupati Maros menjelaskan bahwa Camat Marusu harus nya dan pentingnya partisipasi aktif aparatur desa dan camat dalam proyek serupa. “Kami mendorong evaluasi terbuka agar semua pihak bisa saling melengkapi,” kata Bupati Maros saat peresmian bedah rumah.
Meski kritik terus berdatangan, Ketua DPW Sulsel, Hj. Husniah Talenrang, menilai kejadian ini justru menjadi momentum untuk meningkatkan transparansi. “Kehadiran camat bukan sekedar formalitas, tapi simbol komitmen nyata. Kami siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk perbaikan,” ujarnya.
LSM Kipfa berharap, acara ini menjadi pembelajaran agar semua pihak—bupati, camat, dan dewan—menjunjung kolaborasi dalam melayani masyarakat.
“Dan kami meminta agar oknum camat tersebut dapat di evaluasi agar jajaran pemerintahan yang di pimpin bapak bupati hadir tidak terulang kedua kalinya di saat bapak bupati haedir Syam dan, untuk berlaku semuah camat yang ada di Maros.”tuturnya.








