PURNAMA NEWS.COM | SAMPANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur mengakui telah menerima undangan resmi terkait pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) MUI Sampang yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2025. Konfirmasi itu disampaikan Sekretaris MUI Jawa Timur, Prof. Akh Muzakki, saat dihubungi pada Rabu (03/12/2025) siang.
Namun, ketika diminta menjelaskan isi dan detail undangan tersebut, Muzakki memilih irit bicara, Ia hanya mengarahkan wartawan untuk meminta penjelasan langsung kepada MUI Sampang.
Respons singkat itu justru semakin memunculkan tanda tanya mengenai transparansi agenda besar tersebut.
Dinamika Musda MUI Sampang belakangan ini semakin menjadi sorotan publik. Aktivis sosial Zainuddin menilai pola komunikasi MUI Sampang tampak tertutup dan jauh dari prinsip akuntabilitas. Menurutnya, Musda bukan agenda kecil yang bisa dijalankan secara diam-diam, terlebih menyangkut organisasi keagamaan yang bersentuhan langsung dengan umat.
Zainuddin bahkan mencurigai adanya upaya kelompok tertentu untuk mengendalikan proses Musda demi mempertahankan pengaruh dan kepentingan internal. Jika benar pengurus sendiri tidak diberi ruang untuk mengetahui perkembangan Musda, ia menyebut hal itu sebagai bentuk pembodohan struktural yang merugikan organisasi.
Ia menegaskan bahwa kondisi MUI Sampang selama ini dinilai tidak bergerak dan membutuhkan penyegaran serius.
“Karena itu, Musda seharusnya menjadi momentum pemulihan dan perubahan, bukan justru menambah problem hilangnya kepercayaan publik”. (**Adhon )







