Pejabat Bintan dan Polda Kepri Bungkam, Tambang Ilegal Galang Batang Kian Menggila; AKAMSI Murka Atas Lubang-Lubang Bekas Galian yang Dibiarkan

- Jurnalis

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnama news|Bintan Aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Galang Batang, Kabupaten Bintan, kembali memantik kemarahan publik. Di tengah kerusakan lingkungan yang semakin parah, diamnya pejabat Kabupaten Bintan dan aparat kepolisian tingkat daerah menjadi sorotan tajam. Sabtu, (29/11/2025).

Di lapangan, galian tanpa izin berlangsung bebas. Area yang dulunya berupa hutan dan lahan produktif kini berubah menjadi deretan lubang-lubang besar bekas tambang. Warga menyebut lubang itu berbahaya, merusak ekosistem, dan mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Polres Metro Jakarta Barat Gelar Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian

Sikap bungkam dari pihak Pemkab Bintan dan Polres Bintang, Polda Kepri memicu pertanyaan serius. Tidak ada tindakan konkret, padahal kegiatan tersebut berjalan terang-terangan, dengan keluar-masuk truk pasir hampir setiap hari.

AKAMSI ikut angkat suara. Mereka menilai kerusakan yang terjadi bukan sekadar akibat penambang ilegal, tetapi juga karena pembiaran yang berlangsung lama.

“Lubang-lubang bekas galian dibiarkan terbuka. Ini bukan kesalahan satu pihak saja-pembiaran yang terlalu lama membuat mafia tambang makin percaya diri,” tegas perwakilan AKAMSI.

Baca Juga :  Bakamla RI Tegaskan Peran Garda Terdepan Keamanan Laut Pada HUT Ke- 20

Publik menilai kondisi ini semakin menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan adanya jaringan yang melindungi aktivitas tersebut kembali mencuat, karena operasi tambang liar justru semakin masif.

Hingga berita ini diterbitkan, pejabat Pemkab Bintan maupun Polda Kepri belum memberikan penjelasan resmi. Sementara itu, kerusakan lingkungan terus meluas, dan ketidakpastian sikap pemerintah membuat warga semakin hilang kepercayaan.

Berita Terkait

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian
Kapolsek Bekasi Barat Ajak Warga Cegah Tawuran Saat Jumat Keliling
Pemutihan PKB Batam Berlanjut, Denda dan BBNKB II Tetap Dihapus
Polsek Pademangan Dengarkan Keluhan Warga Dalam Jumat Curhat
Polsek Pademangan Himbau Warga Waspada Di Musim Hujan Saat Patroli Jalan Kaki
Kapolres Metro Jakarta Utara : Isra Miraj 1447 Hijriah Momentum Perkuat Pelayanan Polri Yang Humanis
Tim SAR Brimob Polda Metro Evakuasi Ibu-Ibu Yang Tenggelam Di Danau Bekasi
Haedar Nashir Nilai Wacana Polri Dibawah Kementerian Tak Relevan Dengan Semangat Reformasi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:13 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:43 WIB

Kapolsek Bekasi Barat Ajak Warga Cegah Tawuran Saat Jumat Keliling

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:33 WIB

Pemutihan PKB Batam Berlanjut, Denda dan BBNKB II Tetap Dihapus

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:49 WIB

Polsek Pademangan Dengarkan Keluhan Warga Dalam Jumat Curhat

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:41 WIB

Polsek Pademangan Himbau Warga Waspada Di Musim Hujan Saat Patroli Jalan Kaki

Berita Terbaru