Target 92 Dapur MBG di Sampang Tak Tercapai, Kebijakan Pemerintah Dinilai Lamban

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PURNAMA NEWS.COM | SAMPANG – Kebijakan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang dinilai belum berjalan maksimal. Dari target 92 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang seharusnya beroperasi, hingga akhir September 2025 baru 35 dapur yang benar-benar melayani siswa.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam mengeksekusi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Alih-alih menuntaskan target, realisasi di lapangan justru terkesan lamban dan minim transparansi.

Masyarakat menilai, jika pemerintah serius, seharusnya tidak ada keterlambatan sebesar ini. Terlebih lagi, anggaran untuk MBG sudah jelas disiapkan dan program ini menjadi salah satu janji utama presiden.

Baca Juga :  Drama Rekaman “Mahar” Plt Kepsek Rp30 Juta Akhirnya Terungkap

 

Minimnya jumlah dapur yang beroperasi berdampak langsung pada ribuan siswa di Sampang. Mereka yang seharusnya sudah mendapat asupan makanan bergizi gratis, justru harus menunggu lebih lama tanpa kepastian yang jelas.

Ironisnya, pihak pemerintah daerah melalui Satgas MBG Sampang hanya menyampaikan angka-angka tanpa penjelasan detail terkait pengawasan, distribusi, dan kualitas makanan. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa kebijakan hanya berhenti di tataran wacana tanpa implementasi nyata.

Keterlambatan ini juga berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Jika program besar seperti MBG saja tidak dijalankan sesuai target, maka wajar bila muncul keraguan tentang efektivitas kebijakan lain yang dijanjikan.

Baca Juga :  KPU OKI Tunggu KPU RI Terkait Kekosongan salah Satu Komisoner Untuk PAW

Publik menuntut agar pemerintah segera mengevaluasi secara menyeluruh manajemen pelaksanaan MBG di Sampang. Bukan hanya soal jumlah dapur, tetapi juga pengawasan kualitas gizi, transparansi anggaran, serta distribusi yang tepat sasaran.

Tanpa perbaikan serius, program MBG yang seharusnya menjadi solusi perbaikan gizi generasi muda dikhawatirkan hanya akan menjadi proyek besar yang gagal menjawab kebutuhan. (**Adhon )

Berita Terkait

Pantau Program Makan Bergizi Gratis, Kapolres Maros Bagikan Tumbler Dan Set Sendok Makan Ke Siswa Penerima Manfaat
Rutan Barru Buka Kompetisi Futsal Warga Binaan
Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Kediri Kota Berganti, Kapolres Tekankan Sinergitas
Tepis Isu Pemotongan Honor, Ketua SPPG Kraton Tegaskan Pembayaran Relawan Sesuai Regulasi
Di Momen HPN 2026, Kasatlantas Polres Kediri Kota Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi
Kapolsek Pesantren Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026
Polres Kediri Kota Dampingi Peningkatan Kemampuan Satpam Bank Indonesia di Hutan Pinus Kare
Social Riding TNI–Polri dan DBK Kediri Raya Diisi Bakti Sosial di Ringinrejo
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:35 WIB

Pantau Program Makan Bergizi Gratis, Kapolres Maros Bagikan Tumbler Dan Set Sendok Makan Ke Siswa Penerima Manfaat

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:17 WIB

Rutan Barru Buka Kompetisi Futsal Warga Binaan

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:52 WIB

Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Kediri Kota Berganti, Kapolres Tekankan Sinergitas

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:43 WIB

Tepis Isu Pemotongan Honor, Ketua SPPG Kraton Tegaskan Pembayaran Relawan Sesuai Regulasi

Senin, 9 Februari 2026 - 23:18 WIB

Di Momen HPN 2026, Kasatlantas Polres Kediri Kota Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi

Berita Terbaru

News

Rutan Barru Buka Kompetisi Futsal Warga Binaan

Selasa, 10 Feb 2026 - 19:17 WIB