Investigasi Tajam: Zainal Lewaimang “Raja Gelap” 303 Jackpot Bebas, Rokok Ilegal Merajalela, Aparat Diduga Tutup Mata
Purnamanews|Batam 22 September 2025 – Bayang-bayang bisnis gelap kian menjerat Batam. Sosok Zainal Lewaimang kini ramai disebut-sebut sebagai “raja gelap Batam”, dalang di balik dua gurita praktik haram: perjudian jackpot yang berjalan tanpa hambatan, dan distribusi rokok ilegal yang lolos dari jeratan cukai.
Jackpot Jalan di Depan Hukum
Pantauan langsung di sejumlah titik di Batam memperlihatkan mesin jackpot beroperasi terang-terangan. Permainan haram itu tidak lagi sembunyi-sembunyi, tetapi sudah menjadi pemandangan umum, berdiri tak jauh dari keramaian dan bahkan aktivitas aparat keamanan.
“Kalau tidak ada beking, mana mungkin bisa jalan sebebas itu. Polisi juga tahu, semua orang tahu,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Fakta ini menohok logika: di saat rakyat ditertibkan untuk hal-hal kecil, perjudian ilegal justru bisa bernafas lega.
Rokok Ilegal, Cukai Negara Bocor
Lebih dari itu, distribusi rokok tanpa cukai berjalan masif. Dari warung pinggiran hingga pasar gelap, peredaran barang ilegal ini seolah mendapat “jalur aman”. Alur distribusinya pun disebut rapi: gudang penyimpanan, jalur distribusi, hingga keluar Batam menuju daerah lain.
Kerugian negara? Diperkirakan miliaran rupiah tiap bulan. Namun hingga kini, tidak ada operasi besar yang benar-benar mengguncang jaringan ini.
Nama Zainal Lewaimang Menguat
Sejumlah sumber menegaskan, benang merah dua praktik haram ini bermuara pada satu nama: Zainal Lewaimang. Disebut-sebut punya jaringan luas dan pengaruh kuat, Zainal diduga menjadi figur sentral yang mengendalikan roda bisnis gelap Batam.
Pertanyaan besar pun muncul: mengapa sampai hari ini aparat penegak hukum tidak bergerak?
Bekingan Aparat, Diam yang Memekakkan
Dugaan adanya beking aparat semakin sulit dibantah. Bagaimana mungkin perjudian dan rokok ilegal bisa melenggang jika tidak ada “payung” yang menaungi?
“Ini bukan lagi hukum yang tumpul, tapi bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Negara rugi, masyarakat diracuni, sementara aparat pura-pura buta,” tegas seorang aktivis anti-korupsi Batam.
Bola Panas ke Jakarta
Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Publik menunggu: beranikah pusat turun tangan menindak “raja gelap” Batam beserta bekingnya, atau justru membiarkan kota ini jatuh menjadi surga mafia?
Batam kepri menanti jawaban.
Bersambung…













