“Transparansi Dituntut, Warga Tolak Gurindam 12 Dijadikan Ladang Bisnis”

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Publik Kepri: Gurindam 12 Harus Jadi Ruang Rakyat, Bukan Ladang Bisnis

Purnamanews|Tanjungpinang Forum Peduli Ibukota Kepri menggelar diskusi terbuka Bertajuk Kasih Paham Ansar Ahmad Gubernur Kepulauan Riau dengan tema “Transparansi & Akuntabilitas Pengelolaan Aset Pemerintah di Ibukota”, Sabtu (20/9/2025). Acara berlangsung di A8 Pinang Harmoni Square, seberang SPBU Km.7, Tanjungpinang, pukul 13.00 WIB.

Diskusi yang menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Bersama Rakyat Kepri (GEBER-KEPRI) ini berlangsung dinamis, dengan format bebas bicara dan bebas berpendapat. Moderator diisi oleh Edi Cindai dan Jusri Sabri. Minggu, 21 September 2025.

Baca Juga :  Kodim 0501/Jakarta Pusat Melaksanakan Kegiatan Cinta Anak Yatim Piatu

Isu utama yang mencuat: tata kelola aset pemerintah, khususnya Gurindam 12 Tepi Laut yang belakangan disorot publik. Sejumlah mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama tokoh masyarakat menegaskan keresahan mereka.

“Aset pemerintah itu milik rakyat. Jangan sampai pengelolaannya tertutup, apalagi menguntungkan segelintir pihak. Gurindam 12 harus jadi ruang publik yang benar-benar terbuka, bukan dipersempit,” tegas Sas Jhoni, tokoh masyarakat yang hadir.

Ia menambahkan, diskusi semacam ini harus menjadi tradisi demokrasi di Tanjungpinang.

Baca Juga :  Kapolres Metro Tangerang Kota Gelar Ngopi Kamtibmas Di Benda, Serap Aspirasi Dan Ingatkan Orang Tua Awasi Anak

“Kami ingin memastikan suara rakyat terdengar langsung. Transparansi dan akuntabilitas bukan jargon, tapi kewajiban,” katanya.

Selain soal kebijakan aset, forum juga memberi ruang bagi pedagang kaki lima (PKL) menyuarakan persoalan mereka. Hal itu membuat forum terasa hidup, tidak sekadar wacana teoritis, tetapi menyentuh realitas lapangan.

Diskusi ini memperlihatkan satu hal jelas: masyarakat Kepri menolak segala bentuk pengelolaan Gurindam 12 yang menyingkirkan rakyat. Publik ingin kawasan tersebut tetap menjadi ruang terbuka, bukan zona bisnis terselubung.

 

Berita Terkait

“Wakapolda Kepri Anom Wibowo dan Wamen PPPA Sorot Kekerasan Perempuan – Anak: “Kembalikan Ruang Aman di Kepri”
FORWAL Bersilaturahmi ke Sekretariat PWI Lebak, Perkuat Sinergi Antar Insan Pers
Dua Oknum Satpol PP Tanjungpinang Terlibat Peredaran Ekstasi, Polisi Ungkap Rantai Pemasok
Serius Perangi Narkoba, Sat Resnarkoba Polres Lebak Selama Januari-November 2025 Berhasil Ungkap 56 Kasus dan Amankan 61 Pelaku
Sebanyak 4.365 Honorer Menerima SK P3K Paruh Waktu Dari Bupati Brebes, “Penantian Panjang Kami Terlaksanakan Sudah”
“A. CS Kian Beringas: Tambang Pasir Ilegal Bintan Jalan Terang-Terang”
Polsek Pademangan Bagikan Sembako Untuk Warga Dalam Jumat Peduli
Bhabinkamtibmas Polsek Rangkasbitung Polres Lebak Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan Berupa Beras dan Minyak Goreng di Desa Citeras
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 12:34 WIB

“Wakapolda Kepri Anom Wibowo dan Wamen PPPA Sorot Kekerasan Perempuan – Anak: “Kembalikan Ruang Aman di Kepri”

Sabtu, 29 November 2025 - 12:33 WIB

FORWAL Bersilaturahmi ke Sekretariat PWI Lebak, Perkuat Sinergi Antar Insan Pers

Jumat, 28 November 2025 - 22:00 WIB

Serius Perangi Narkoba, Sat Resnarkoba Polres Lebak Selama Januari-November 2025 Berhasil Ungkap 56 Kasus dan Amankan 61 Pelaku

Jumat, 28 November 2025 - 21:12 WIB

Sebanyak 4.365 Honorer Menerima SK P3K Paruh Waktu Dari Bupati Brebes, “Penantian Panjang Kami Terlaksanakan Sudah”

Jumat, 28 November 2025 - 20:53 WIB

“A. CS Kian Beringas: Tambang Pasir Ilegal Bintan Jalan Terang-Terang”

Berita Terbaru