Bisu Seribu Bahasa! KPLP Lapas Umum Kelas 11A Tanjungpinang Abaikan Konfirmasi Media

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bisu Seribu Bahasa! KPLP Lapas Km 18 Tanjungpinang Bungkam, Publik Mencium Bau Busuk

Purnama News|Tanjungpinang Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang Km 18, Tama Surakhman, seolah memilih bisu seribu bahasa. Pesan konfirmasi resmi yang dikirimkan media melalui WhatsApp tak kunjung dijawab, meski menyangkut informasi publik yang menimbulkan keresahan. Minggu, 31 Agustus 2025.

Sikap diam ini jelas melecehkan prinsip keterbukaan informasi. Pejabat publik yang seharusnya berdiri di garis depan memberi klarifikasi justru memilih menutup mulut. Pertanyaannya: apa yang ditutupi?

Baca Juga :  Patroli Brimob PMJ Dan Perintis Evakuasi Driver Ojol Kelelahan Saat Patroli Dini Hari Di Jakarta Timur

Isu yang beredar di balik tembok Lapas Km 18 bukan sekadar gosip murahan. Dari dugaan pungli terhadap warga binaan, “tarif khusus” demi fasilitas mewah bagi napi tertentu, hingga lolosnya barang-barang terlarang—semua menjadi rahasia umum yang tak pernah disentuh klarifikasi.

Seorang sumber internal bahkan menyebut, “Jangan heran kalau banyak barang haram bisa keluar-masuk, atau napi hidup lebih mewah dari pejabat. Itu tidak mungkin terjadi tanpa restu pengamanan.”

Diamnya KPLP hanya memperkuat dugaan: ada praktik busuk yang sengaja ditutupi. Bukannya memberi jawaban untuk meredam keresahan publik, justru memilih bungkam dan membiarkan spekulasi liar menguasai ruang publik.

Baca Juga :  Dandim 0502/JU Pimpin Patroli Gabungan Satgas Begal Antisipasi Kriminalitas Di Jakarta Utara

“Pejabat publik yang menutup akses konfirmasi media sama saja menutup hak masyarakat untuk tahu. Dan biasanya, yang diam terlalu lama memang sedang menyembunyikan sesuatu,” ujar seorang pemerhati hukum di Tanjungpinang.

Hingga berita ini diturunkan, KPLP Lapas Km 18 tetap tak bergeming. Namun publik bukanlah pihak yang bisa terus dibohongi. Semakin lama diam dipelihara, semakin kuat aroma permainan kotor yang disembunyikan di balik tembok lapas.

 

 

Berita Terkait

Polres Jakarta Barat Gelar Patroli Dan Razia Stasioner : Cegah Aksi Curas, Curat Dan Curanmor
15 Warga Binaan Buddha di Lapas Batam Terima Remisi Khusus Waisak 2026
Kapolsek Bekasi Barat Laksanakan Jakarta On The Spot : Serap Aspirasi Warga RW 03 Kranji
PW IWO Aceh Hadiri Rakerda IWO Aceh Selatan, Dorong Lahirnya Wartawan Profesional
DUKUNG POLDA LAMPUNG, KETUM PWDPI : DIDUGA ADA AKTOR DI BALIK MARAKNYA AKSI BEGAL, INGIN KACAUKAN KEAMANAN DAN RUSAK CITRA TNI-POLRI
DUGAAN PERMAINAN KOTOR DI BPK SEMAKIN KUAT, PEMBERIAN WTP DIDUGA TIDAK LAGI OBJEKTIF
Kapolres Jakarta Utara Kunjungi Nelayan Cilincing Dalam Jaga Jakarta On The Spot
Kapolres Lebak Ajak Warga Sebarkan Konten Positif di Hari Media Sosial Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:50 WIB

Polres Jakarta Barat Gelar Patroli Dan Razia Stasioner : Cegah Aksi Curas, Curat Dan Curanmor

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:56 WIB

15 Warga Binaan Buddha di Lapas Batam Terima Remisi Khusus Waisak 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:47 WIB

Kapolsek Bekasi Barat Laksanakan Jakarta On The Spot : Serap Aspirasi Warga RW 03 Kranji

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07 WIB

PW IWO Aceh Hadiri Rakerda IWO Aceh Selatan, Dorong Lahirnya Wartawan Profesional

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:15 WIB

DUKUNG POLDA LAMPUNG, KETUM PWDPI : DIDUGA ADA AKTOR DI BALIK MARAKNYA AKSI BEGAL, INGIN KACAUKAN KEAMANAN DAN RUSAK CITRA TNI-POLRI

Berita Terbaru