Purnama News|Tanjungpinang – Kebebasan pers kembali diuji. Pemilik media Tinta Jurnalis News nyaris jadi korban teror misterius, diduga kuat terkait pemberitaan soal praktik perjudian gelper (gelanggang permainan) yang menyeret nama-nama besar.
Insiden terjadi sekira pukul 01.00 dini hari, ketika dua mobil berisi pria-pria tegap mendatangi rumah pribadi pimpinan redaksi media tersebut. Tanpa basa-basi, mereka menggedor pintu rumah dengan kasar, hingga membuat penghuni panik dan anak-anak terbangun ketakutan.
“Kami tidak tahu siapa mereka. Postur mereka kekar, seperti orang lapangan. Saya khawatir ini ada kaitannya dengan berita yang kami tayangkan soal judi gelper,” ujar korban, yang meminta identitasnya disamarkan demi keamanan.
Sebelumnya, media ini memang menurunkan laporan tajam tentang praktik perjudian berkedok gelper di sejumlah titik di Batam, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat yang membekingi lokasi-lokasi tersebut.
Yang mencengangkan, aksi intimidasi ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah berita itu tayang dan ramai dibagikan di media sosial. Sumber internal redaksi menyebut, ada pesan tidak langsung yang disampaikan: “Berhenti menulis, atau tanggung akibatnya.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Namun berbagai elemen masyarakat sipil dan pegiat pers mendesak agar Kapolda Kepri turun tangan menyelidiki kasus ini secara serius.
“Jika benar ini upaya membungkam pers, maka ini serangan terhadap demokrasi. Polisi jangan diam,” tegas salah satu pengurus organisasi wartawan lokal.
Kebebasan pers bukan untuk ditawar. Negara wajib hadir melindungi insan pers dari segala bentuk intimidasi dan teror, terlebih ketika mereka menjalankan tugas jurnalistik yang sah dan dilindungi undang-undang.













