Tanjungpinang, Purnama News — Dugaan praktik distribusi gelap bahan pokok yang melibatkan pasangan Aling dan Soucen kini makin menguat setelah investigasi eksklusif mengungkap jalur logistik yang mereka gunakan: dari Batam ke Tanjung Uban, lalu masuk ke Tanjungpinang secara diam-diam melalui jalur darat dan pelabuhan kecil. Sabtu 05 Juli 2025.
Barang-barang berupa karung tanpa identitas resmi dan dus-dus misterius itu diduga kuat berisi beras dan kebutuhan pokok bersubsidi atau impor ilegal. Berdasarkan informasi lapangan, barang dikirim dari Batam menggunakan kapal kecil atau speed boat ke Tanjung Uban, lalu dilanjutkan menggunakan truk pribadi atau pikap ke gudang mereka di wilayah Pinang Kencana, Tanjungpinang Timur.
“Barang turun malam hari di pelabuhan kecil, lalu langsung dibawa ke gudang. Tidak ada manifes, tidak ada dokumen. Mereka pintar sembunyi, tapi bukan berarti tidak bisa diendus,” kata salah satu sumber yang terlibat dalam pengawasan informal pelabuhan.
Foto eksklusif yang beredar menunjukkan tumpukan karung-karung mencurigakan di dalam gudang milik Aling, lengkap dengan CCTV dan kontainer sebagai tempat transit. Hal ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa gudang tersebut bukan sekadar tempat penyimpanan biasa, melainkan bagian dari jaringan distribusi bawah tanah yang sudah berjalan bertahun-tahun.
Nama Soucen, yang dikenal berdomisili di Batam, disebut sebagai otak logistik pengiriman laut. Dia diduga memiliki akses “orang dalam” di pelabuhan dan aparat pengawasan, sehingga kerap lolos dari pengecekan rutin.
Pola Distribusi Ilegal:
Batam (Pengemasan & Loading) ↓
Tanjung Uban (Transit Pelabuhan Kecil – Diduga Suap Petugas) ↓
Tanjungpinang (Distribusi ke Gudang & Pasar Lokal)
Hingga kini, belum ada tindakan hukum terbuka atas aktivitas ini. Warga berharap aparat penegak hukum tidak tutup mata, mengingat potensi kerugian negara dan rusaknya tatanan distribusi legal akibat mafia logistik seperti ini.
“Kalau ini dibiarkan, artinya hukum cuma berlaku untuk rakyat kecil,” tegas salah satu warga.
Bersambubg…






