Tambang Galian ‘C’ di Desa Sungaiayak III, Sekadau Dengan Menggunakan Alat Berat, Diduga Kuat tidak Memiliki Izin Resmi

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com – Sekadau, KALBAR | 28 Juni 2025. Aktivitas pertambangan galian ‘C’ yang diduga ilegal kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Kali ini, kegiatan tersebut terpantau berlangsung di wilayah Desa Sungaiayak III, Kecamatan Belitang Hilir. Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan keterangan dari warga sekitar, aktivitas pertambangan tersebut diduga kuat tidak mengantongi izin resmi dari instansi berwenang.

 

Salah seorang warga Desa Sungaiayak III yang meminta agar identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, mengungkapkan bahwa kegiatan penambangan tersebut telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Ia menyebut aktivitas itu semakin marak dan sudah cukup lama beroperasi, ditandai dengan kehadiran sejumlah unit alat berat seperti excavator dan dump truck yang bekerja tanpa henti di area lahan terbuka di desa tersebut.

Lebih lanjut, warga juga menyebutkan nama yang biasa digunakan untuk merujuk kepada pengelola tambang tersebut, yaitu seorang pria yang dikenal luas dengan panggilan “Pak ASU”. Sosok ini dikabarkan merupakan pemilik modal sekaligus pengendali utama operasional tambang galian ‘C’ tersebut. Ia disebut memiliki pengaruh kuat di kawasan itu dan jarang tersentuh oleh aparat penegak hukum.

Sebagai informasi, galian ‘C’ mengacu pada kegiatan pertambangan bahan galian non-logam seperti pasir, batu kali, kerikil, dan tanah urug. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, kegiatan pertambangan jenis ini wajib mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau izin dari pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2021.

Baca Juga :  Walikota Depok Supian Suri Lantik RT RW Kelurahan Bedahan, Ujung Tombak Pelayanan

Namun berdasarkan informasi dari warga dan hasil pemantauan awak Media dilapangan, tidak terlihat adanya papan nama proyek atau dokumen legal lain yang menunjukkan status perizinan tambang tersebut.

“Kalau mereka punya izin, biasanya kan ada papan informasi di lokasi. Ini tidak ada. Yang ada cuma alat berat yang bekerja dari pagi sampai sore,” imbuh warga, sambil meminta kepada Media agar identitasnya dirahasiakan.

Diapun menambahkan, “Dugaan pertambangan ilegal ini tidak hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.”

Warga tersebut melanjutkan, “Masyarakat khawatir aktivitas ini menjadikan kerusakan Lingkungan besar-besaran dan dampaknya sangat buruk bagi alam serta warga sekitar,” pungkasnya.

Reaksi Pemerintah Daerah
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Sekadau maupun Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Barat terkait keberadaan tambang ilegal tersebut. Upaya konfirmasi oleh awak media kepada Camat Belitang Hilir dan Kepala Desa Sungaiyak III pun belum membuahkan hasil, sementara nomor kontak yang dihubungi belum memberikan tanggapan.

Baca Juga :  APBD Tercekik Gaji, 2.000 PPPK Bintan di Ujung Tanduk

Aktivitas pertambangan ilegal seperti ini bukanlah hal baru di wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Berulang kali lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan dan aktivis menyuarakan keprihatinan atas lemahnya pengawasan dan tindakan hukum terhadap para pelaku tambang ilegal yang seringkali beroperasi secara terang-terangan.

Menanggapi laporan tersebut, seorang Aktivis Lingkungan Kalimantan Barat juga menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah tegas.

Menurutnya, “Kita tidak boleh membiarkan kerusakan lingkungan dan pelanggaran hukum terus terjadi. Penambangan ilegal bukan hanya melanggar regulasi, tapi juga menghancurkan masa depan desa-desa kita,” tegasnya.

Warga berharap ada langkah cepat dan transparan dari pihak berwenang untuk menyelidiki kebenaran dugaan tersebut dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Mereka juga mendesak agar pengelola tambang yang disebut-sebut bernama Pak ASU segera dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

Media dan Masyarakat akan terus memantau perkembangan situasi ini dan akan memperbarui berita sesuai dengan temuan dan tanggapan resmi dari pihak terkait.

Jika ada Pihak yang merasa dirugikan oleh Pemberitaan ini dan ingin memberikan klarifikasi atau hak jawab, Media dengan senang hati akan merespon dan menindaklanjuti.

Editor : A. Sukri // TIMRED [*]

Berita Terkait

KETUM Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri: Narkoba di Laut Terungkap, Peredaran Terbuka di Darat Harus Jadi Prioritas
Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar
Di Acara Peringatan Hari Kartini Wiwin Winarti Ajak Perempuan Indonesia Bangkit dan Berdaya
Medio Juni 2026, KTNA Cilegon Akan Bertolak Ke Gorontalo
Polres Tangerang Kota Ringkus Empat Remaja Pelaku Curanmor : Ditemukan Senpi Rakitan Dan Peluru
Tambang Pasir Ilegal di Bintan Memanas: (A. Hsb) Ancaman, Emosi, dan Dugaan Mafia di Balik Perusakan Lingkungan
Bupati Tegal Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyalahgunaan Obat
Digitalisasi Bansos Dikebut, Camat Diminta Kawal Data hingga Desa
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 04:13 WIB

KETUM Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri: Narkoba di Laut Terungkap, Peredaran Terbuka di Darat Harus Jadi Prioritas

Rabu, 22 April 2026 - 03:52 WIB

Kasus Caroline Disorot, IPJI Kepri Desak Pengusutan hingga ke Akar

Selasa, 21 April 2026 - 21:03 WIB

Di Acara Peringatan Hari Kartini Wiwin Winarti Ajak Perempuan Indonesia Bangkit dan Berdaya

Selasa, 21 April 2026 - 13:18 WIB

Medio Juni 2026, KTNA Cilegon Akan Bertolak Ke Gorontalo

Selasa, 21 April 2026 - 11:14 WIB

Polres Tangerang Kota Ringkus Empat Remaja Pelaku Curanmor : Ditemukan Senpi Rakitan Dan Peluru

Berita Terbaru