Kembali Terapkan Restoratif Justice Terhadap 1 (Satu) Pekara Pidana

- Jurnalis

Selasa, 2 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Www.PurnamaNews.Com|Tanjungpinang, Selasa tanggal 02 April 2024 Kajati Kepri Dr. Rudi Margono, SH., MHum., didampingi Wakajati Kepri Rini Hartatie, SH., MH., Aspidum Bayu Pramesti, SH., MH., Kasi Oharda, Kasi Teroris dan Lintas Negara Kejati Kepri, diikuti secara virtual oleh Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tarempa Niky Junismero, SH., MH., telah melaksanakan expose terhadap perkara pidana dihadapan jajaran Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI yang diwakili oleh oleh Direktur Tindak Pidana Orang dan Harta Benda (OHARDA) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI Nanang Ibrahim Soleh, SH., MH.,melalui sarana virtual mengajukan 1 (satu) perkara pidana yang dimohonkan untuk diterapkan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif.

Saat dikonfirmasi, Kasi Penkum Kejati Kepri Denny Anteng Prakoso, SH., MH., menyampaikan bahwa Cabang Kejaksaan Negeri Tarempa mengajukan 1 (satu) perkara Tindak Pidana Orang dan Harta Benda (Oharda) yaitu :

1. Tersangka RONI als RONI bin BURHAN dalam perkara Tindak Pidana Penganiayaan melanggar Pasal 351 KUHP;

Adapun dari permohonan pengajuan terhadap 1 (satu) perkara Tindak Pidana Orang dan Harta Benda (Oharda) atas nama RONI als RONI bin BURHAN melanggar Pasal 351 KUHP untuk dilakukan Penghentian Penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif Justice, telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI dengan alasan dan pertimbangan menurut hukum terhadap pemberian Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif yang telah memenuhi syarat sebagai berikut :

Baca Juga :  Polresta Sidoarjo Berhasil Amankan 10 Orang Anggota Gangster Konvoi Bersajam

1. Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf;

2. Tersangka belum pernah dihukum;

3. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana;

4. Ancaman pidana denda atau pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun;

5. Kesepakatan perdamaian dilaksanakan tanpa syarat dimana ke dua belah pihak sudah saling memaafkan dan Tersangka berjanji tidak mengulangi perbuatannya dan korban tidak ingin perkaranya dilanjutkan ke persidangan;

6. Pertimbangan Sosiologis;

7. Masyarakat merespon positif Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Menurut ketentuan peraturan perUndang-undangan dengan segera Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Tarempa untuk segera memproses penerbitan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) yang berdasarkan Keadilan Restoratif Justice sebagai perwujudan kepastian hukum dan kemanfaatan hukum, sesuai dengan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Baca Juga :  Jumat Curhat di Bulan Ramadhan Polres Kediri Kota Gelar Baksos dan Bakkes

Kasi Penkum menambahkan bahwa Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau melakukan penyelesaian perkara tindak pidana dengan mengedepankan keadilan restoratif yang menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan keseimbangan perlindungan, kepentingan korban, maupun pelaku tindak pidana yang tidak berorientasi pada pembalasan, merupakan suatu kebutuhan hukum masyarakat dan sebuah mekanisme yang harus dibangun dalam pelaksanaan kewenangan penuntutan dan pembaharuan sistem peradilan dengan memperhatikan azas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan, dalam rangka menciptakan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat.

Melalui kebijakan Restorative Justice ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat bawah yang tercederai oleh rasa ketidakadilan, meskipun demikian perlu juga untuk digaris bawahi bahwa keadilan restoratif bukan berarti memberikan ruang pengampunan bagi pelaku pidana untuk mengulangi perbuatan pidana, ”imbuh Denny.
Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi

Berita Terkait

Kapolres Bintan Cek Langsung Arus Balik Lebaran 1445 H Tahun 2024. Pemudik Sudah Mulai Padat
Pastikan Aman Ditinggal Mudik Pemilik Saat Lebaran, Polsek Mojoroto Intensifkan Patroli Rumah – rumah Kosong, Ini Hasilnya !
Polda Kepri Memastikan Keamanan Wisatawan Selama Libur Lebaran di Sejumlah Objek Wisata di Kawasan Wisata Lagoi Bay dan Treasure Bay, Bintan 
Libur Lebaran, Kapolres Kediri Kota Cek Taman Rekreasi dan Objek Wisata
Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Jajaran Polres Sidrap Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
Lagi, Kapolres Bintan Berikan Tiket Gratis Untuk Masyarakat Balik Setelah Lebaran
Polres Kediri Sidak Pasar Tradisional Pastikan Bahan Pokok Aman dan Stabil
Bersama Wakil Bupati, Kapolres Toraja Utara Hadiri Open House di Kediaman Dinas Kapolda Sulsel
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 14:06 WIB

Kapolres Bintan Cek Langsung Arus Balik Lebaran 1445 H Tahun 2024. Pemudik Sudah Mulai Padat

Minggu, 14 April 2024 - 08:16 WIB

Pastikan Aman Ditinggal Mudik Pemilik Saat Lebaran, Polsek Mojoroto Intensifkan Patroli Rumah – rumah Kosong, Ini Hasilnya !

Sabtu, 13 April 2024 - 19:33 WIB

Polda Kepri Memastikan Keamanan Wisatawan Selama Libur Lebaran di Sejumlah Objek Wisata di Kawasan Wisata Lagoi Bay dan Treasure Bay, Bintan 

Sabtu, 13 April 2024 - 18:12 WIB

Libur Lebaran, Kapolres Kediri Kota Cek Taman Rekreasi dan Objek Wisata

Sabtu, 13 April 2024 - 17:24 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Jajaran Polres Sidrap Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata

Sabtu, 13 April 2024 - 15:08 WIB

Lagi, Kapolres Bintan Berikan Tiket Gratis Untuk Masyarakat Balik Setelah Lebaran

Sabtu, 13 April 2024 - 14:33 WIB

Polres Kediri Sidak Pasar Tradisional Pastikan Bahan Pokok Aman dan Stabil

Jumat, 12 April 2024 - 15:41 WIB

Bersama Wakil Bupati, Kapolres Toraja Utara Hadiri Open House di Kediaman Dinas Kapolda Sulsel

Berita Terbaru