Www.PurnamaNews.Com|DPRD Kota Tanjungpinang Ashady Slayar Sekretaris Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang Ashady Slayar Menyanyangkan pasar puan ramah kondisinya saat ini tidak sesuai dengan harapan.
Pasar Puan Ramah sebelumnya dibangun menggunakan APBD sebesar Rp3 Miliar lebih. Dimana pembangunannya bertujuan untuk merelokasi pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang yang terdampak proses revitalisasi.
“Kami sangat menyangkan pembangunan pasar itu sekarang tidak sesuai dengan fungsi yang diharapkan sebelumnya,” ujar Ashady, Kamis (13/4/2023).
Kondisi ini juga nantinya akan ditanyakan kepada pihak Pemko Tanjungpinang dalam pembahasan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tahun 2022.
Dirinya juga mempertanyakan alasan Pemko Tanjungpinang, yang melakukan pembangunan pasar Puan Ramah dengan biaya tak terduga.
“Padahal peruntukan biaya itu kan hanya untuk penanganan bencana alam dan untuk keadaan yang mendesak,” katanya menambahkan.
Ia menyebut, ada dua hal yang menjadi poin penting terkait pembangunan pasar sementara tersebut. Yakni terkait kinerja dan dasar melaksanakan pembangunan tersebut.
“Kalau pasar sementara kan harusnya bangunannya bersifat sementara tidak dibangun secara permanen,” katanya mengakhiri.










