Polisi Berhasil Ungkap Dibalik Misteri Pria Paruh Baya Gantung Diri di Malang

- Jurnalis

Senin, 20 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purnamanews.com | Malang – Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil mengungkap kasus penculikan dan pemerasan seorang pria paruh baya di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sebelum terungkap, Polisi menemukan kejanggalan pada korban yang ditemukan meninggal gantung diri di rumah orang lain.

Wakapolres Malang, Kompol Wisnu S Kuncoro, memaparkan kasus tersebut berawal dari ditemukannya korban, Abdul Gofur (54) warga Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, meninggal dunia dengan posisi leher tergantung di dalam sebuah rumah Jalan Imam Bonjol RT 02 RW 10 Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis (16/11/2023) lalu.

Saat itu, Polisi menemukan kejanggalan karena korban sehari-hari tidak tinggal di rumah tersebut.

Setelah melakukan penyelidikan, Polisi akhirnya menemukan fakta bahwa terdapat serangkaian tindak pidana berupa penculikan disertai kekerasan dan pemerasan terhadap korban.

“Korban ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri,” kata Kompol Wisnu, Senin(20/11).

Baca Juga :  Penyelenggaraan World Water Forum Di Bali Berjalan Aman Dan Sukses, Polri Ucapkan Terima Kasih

Wakapolres menambahkan, pihaknya kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terhadap 17 saksi guna mengungkap kasus tersebut.

Polisi akhirnya berhasil meringkus 5 orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penculikan dan kekerasan terhadap korban sebelum akhirnya korban melakukan bunuh diri.

Para pelaku yang diamankan berinisial KS (41) warga Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjingwetan, SB (39) warga Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir, RM (50) warga Desa Sumbermanjing Wetan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, MW (43) warga Desa Tanggung, Kecamatan Turen, dan RS (45) warga Desa Bumirejo Kecamatan Dampit.

Wisnu menjelaskan, kronologi bermula pada Rabu (15/11) sekitar pukul 20.00 WIB korban dijemput dari rumahnya kemudian dipaksa menuju ke rumah salah satu pelaku di Desa Tanggung, Kecamatan Turen. Para pelaku beralasan korban terlibat masalah asusila dengan salah satu teman perempuan pelaku.

Selama di rumah tersebut, korban kerap mendapatkan aksi penganiayaan berupa pemukulan berulang kali pada bagian perut hingga wajah.

Baca Juga :  Halal Bihalal Dan Olahraga Bersama Keluarga Besar Kodim 0504/Jakarta Selatan

Tak hanya itu, para pelaku juga meninta uang tebusan sejumlah Rp 30 juta kepada korban untuk menyelesaikan asusila yang dituduhkan.

“Tersangka meminta tebusan sejumlah Rp 30 juta rupiah, dan korban mencoba berkomunikasi kepada keluarga, namun keluarga tidak bisa menyanggupinya,” jelasnya.

Hingga kemudian pada Kamis (16/11), korban yang merasa frustasi kemudian berasalan ke kamar mandi yang selanjutnya korban ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Wakapolres Malang Kompol Wisnu menyebut, motif para pelaku adalah ingin mendapatkan keuntungan secara ekonomis terhadap korban.

Akibat perbuatannya, para tersangka akan dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 328 KUHP dan Pasal 333 KUHP tentang penculikan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, serta Pasal 368 KUHP terkait pemerasan.

“Ancaman maksimal pidana penjara paling lama 12 tahun, 8 tahun, 5 tahun, dan 9 tahun,” pungkasnya. (*her )

Berita Terkait

Rakernis Bidhumas Polda Metro Jaya, Dukung Stabilitas Kamtibmas Kondusif Dalam Proses Demokrasi
Berkunjung Ke Kampung Sehat, Kapolsek Matraman Support Pemuda Agar Tetap Semangat Berkarya Dan Terus Berkreasi
Senin Pintar Di SMPN 263, Kanit Binmas Polsek Kramatjati Beri Penyuluhan Bullying, Tawuran Dan Bijak Bermedsos
Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Timur Gencar Lakukan Sosialisasi Dan Penyuluhan Bahaya Narkoba Ke Sekolah-Sekolah Dalam Program Senin Pintar
Jaga Kebersihan Lingkungan, Babinsa Koramil 07/Kemayoran Bersama Tiga Pilar Laksanakan Kerja Bakti
Kanit Lantas Unit Cakung Bersama Personel Gelar Kegiatan Rutin Pengaturan Lalin Dan Urai Kepadatan Kendaraan
Diskusi Penataan Alur Pelayaran Untuk Nelayan Di PPI Paljaya, Kades Segara Jaya Menyambut Baik
Mengenal Lebih Dekat Daenk Jamal, Yang Dikenal Dekat Dan Bersahabat Dengan Semua Kalangan Masyarakat
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:39 WIB

Rakernis Bidhumas Polda Metro Jaya, Dukung Stabilitas Kamtibmas Kondusif Dalam Proses Demokrasi

Selasa, 28 Mei 2024 - 11:13 WIB

Berkunjung Ke Kampung Sehat, Kapolsek Matraman Support Pemuda Agar Tetap Semangat Berkarya Dan Terus Berkreasi

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:57 WIB

Senin Pintar Di SMPN 263, Kanit Binmas Polsek Kramatjati Beri Penyuluhan Bullying, Tawuran Dan Bijak Bermedsos

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:53 WIB

Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Timur Gencar Lakukan Sosialisasi Dan Penyuluhan Bahaya Narkoba Ke Sekolah-Sekolah Dalam Program Senin Pintar

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:43 WIB

Jaga Kebersihan Lingkungan, Babinsa Koramil 07/Kemayoran Bersama Tiga Pilar Laksanakan Kerja Bakti

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:04 WIB

Kanit Lantas Unit Cakung Bersama Personel Gelar Kegiatan Rutin Pengaturan Lalin Dan Urai Kepadatan Kendaraan

Selasa, 28 Mei 2024 - 08:26 WIB

Diskusi Penataan Alur Pelayaran Untuk Nelayan Di PPI Paljaya, Kades Segara Jaya Menyambut Baik

Selasa, 28 Mei 2024 - 00:45 WIB

Mengenal Lebih Dekat Daenk Jamal, Yang Dikenal Dekat Dan Bersahabat Dengan Semua Kalangan Masyarakat

Berita Terbaru