Putusan MK Diduga Ada Kepentingan, Kuasa Hukum Pemohon Akan Melapor Ke Mahkamah Kehormatan MK

- Jurnalis

Senin, 23 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Hakim Mahkamah Konstitusi akhirnya memutuskan perkara dengan Nomor registrasi 102/PUU-XXI/2023 permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum yaitu pada pasal 169. Dalam sidang putusan tersebut, Ketua MK Anwar Usman yang memimpin sidang menyatakan menolak permohonan pemohon terkait dengan batas usia dan rekam jejak Capres-Cawapres.

Menanggapi putusan tersebut, Sekjen Aliansi ’98 Pengacara Pengawal Demokrasi dan HAM, Anang Suindro, S.H.,M.H mengaku sangat kecewa. Ia menilai putusan Hakim MK ini tidak mengakomodir terkait perjuangan hak asasi manusia (HAM), padahal Presiden Jokowi telah mengakui ada 12 kasus pelanggaran HAM yang belum selesai hingga sekarang.

“Jika presiden dan wakil presiden ke depan menjadi bagian dari pelaku pelanggaran HAM, penculikan aktivis dan penghilangan orang secara paksa, maka kami sebagai warga negara sangat dirugikan karena kasus-kasus tersebut tidak mungkin diselesaikan dan tidak mungkin mereka mengadili dirinya sendiri,” ujar Anang usai menghadiri sidang putusan di MK, Senin (23/10/2023).

Baca Juga :  Tingkatkan Keimanan, Polres Blitar Kota Gelar Binrohtal

Sebenarnya, kata Anang, ia ingin menanggapi putusan tersebut secara langsung dalam persidangan namun tidak diberi kesempatan sehingga tidak bisa menyampaikan secara langsung pokok-pokok yang menjadi kegelisahan dan keberatan Pemohon. Sementara Hakim Saldi Isra menjelaskan bahwa sesuai tata tertib MK, pada saat pembacaan putusan MK tidak diperkenankan melakukan interupsi.

“Sebelum sidang kami juga berupaya menyampaikan terkait posisi Ketua MK yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Mas Gibran Rakabuming Raka yang posisinya akan dideklarasikan sebagai Cawapres mendampingi Prabowo sehingga kami menilai ada hubungan kekerabatan yang sedikit banyaknya akan menggangu keputusan, sementara kami menghindari adanya konflik of interest antara Ketua MK dengan status keponakannya Mas Gibran,” ungkapnya.

Pasca putusan ini, tambah Anang, Tim Aliansi 98 Pengacara Pengawal Demokrasi dan HAM berkemungkinan akan bersurat kepada DPR agar penambahan frasa sebagaimana yang dimohonkan di MK dapat dimasukkan dalam Undang-undang Pemilu. Selain itu, Tim juga akan mengkaji langkah hukum lain untuk melaporkan Hakim MK ke Mahkamah Kehormatan MK.

Baca Juga :  Rencana Pembangunan Jembatan BAJA Penghubung OKI dan Mesuji Semakin Matang

Sementara itu, Anggota Tim Aliansi ’98 Pengacara Pengawal Demokrasi dan HAM, Edesman Andreti Siregar pun mengaku kecewa dengan keputusan MK. Menurutnya, kekecewaan tersebut bukan hanya untuk Pemohon saja, namun juga seluruh rakyat Indonesia yang mengidamkan Capres-Cawapres yang baik dan terbaik.

“Kami sangat kecewa karena yang lain dikabulkan sementara kami tidak, padahal sama-sama memperjuangkan hak dan marwah dari Capres-Cawapres ke depannya. Terkait pandangan bahwa gugatan kami mengarah ke salah satu capres dan cawapres, sudah tentu tidak. Kami tidak pernah menjegal dan tidak punya tendensius ke salah satu calon,” pungkasnya. (**)

Editor #RomoKefas

Berita Terkait

Warga Sebut Gelper di Pasar Sukaramai Bengkong Kembali Beroperasi Hampir Setahun
Gerak Cepat Personel Polres Nganjuk Lakukan Penggerebekan Tiga Lokasi Sekaligus Diduga Tempat Judi Sabung Ayam
Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Gelar Progeram Rehabilitas Sosial & Medis Tahun 2024 Bagi Warga Binaan
Bali Aman Saat WWF, Akademisi Beri Apresiasi Polri
Warga Keluhkan Pelayanan Kepala Desa Alatengngae Maros
Ungkap Kasus Pencurian, Polres Blitar Kota Berhasil Amankan Dua Pelaku Berikut Tiga Kendaraan
Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi,Proyek Pembangunan SDN 194 Inpres Sossoe Baru baru Ini Resmi di Laporkan di Polda Sulsel
Semarakan HUT Bhayangkara Ke-78 Tahun 2024, Polres Bintan Laksanakan Berbagai Macam Pertandingan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 13:20 WIB

Warga Sebut Gelper di Pasar Sukaramai Bengkong Kembali Beroperasi Hampir Setahun

Senin, 27 Mei 2024 - 15:07 WIB

Gerak Cepat Personel Polres Nganjuk Lakukan Penggerebekan Tiga Lokasi Sekaligus Diduga Tempat Judi Sabung Ayam

Sabtu, 25 Mei 2024 - 13:48 WIB

Lapas Kelas IIA Tanjungpinang Gelar Progeram Rehabilitas Sosial & Medis Tahun 2024 Bagi Warga Binaan

Jumat, 24 Mei 2024 - 20:25 WIB

Bali Aman Saat WWF, Akademisi Beri Apresiasi Polri

Kamis, 23 Mei 2024 - 16:20 WIB

Warga Keluhkan Pelayanan Kepala Desa Alatengngae Maros

Rabu, 22 Mei 2024 - 22:41 WIB

Ungkap Kasus Pencurian, Polres Blitar Kota Berhasil Amankan Dua Pelaku Berikut Tiga Kendaraan

Rabu, 22 Mei 2024 - 22:40 WIB

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi,Proyek Pembangunan SDN 194 Inpres Sossoe Baru baru Ini Resmi di Laporkan di Polda Sulsel

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:44 WIB

Semarakan HUT Bhayangkara Ke-78 Tahun 2024, Polres Bintan Laksanakan Berbagai Macam Pertandingan

Berita Terbaru